Konservatisme akuntansi yang rendah di Indonesia berpotensi memanipulasi laporan keuangan dan menurunkan kepercayaan investor, meskipun penerapannya penting untuk mengambil keputusan yang lebih hati-hati oleh investor, kreditur dan manajemen, namun stabilitasnya masih mempengaruhi perlindungan lingkungan bisnis prusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan secara empiris mengenai Pengaruh Kepemilikan Institusional, Intensitas Modal dan Growth Opportunity terhadap konservatisme akuntansi. Penelitian ini dilakukan dengan menganalisis laporan keuangan pada perusahaan-perusahaan Sub Sektor Food and Beverage yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode tahun 2021 sampai tahun 2024. Penelitian ini dikumpulkan menggunakan metode purposive sampling dengan beberapa kriteria yang telah di tentukan. Populasi penelitian ini berjumlah 95 perusahaan, sampel penelitian diperoleh sebanyak 38 perusahaan periode penelitian ini dari 2021-2024 sehingga total data seluruhnya sebanyak 152 data observasi. Penelitian ini mempergunakan metode regresi linear berganda data panel dengan jenis penelitian kuantitatif dan menggunakan data sekunder. Pengolahan data dengan menggunakan Microsoft Office Excel dan program eviews versi 13. Analisa hasil menunjukkan bahwa model yang terbaik adalah Fixed Effect Model (FEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan Kepemilikan Institusional, Intensitas Modal dan Growth Opportunity berpengaruh terhadap Konservatisme Akuntansi. Hasil memperlihatkan secara parsial Kepemilikan Institusional berpengaruh signifikan terhadap Konservatisme Akuntansi, sedangkan secara parsial Intensitas Modal dan Growth Opportunity tidak berpengaruh signifikan terhadap Konservatisme Akuntansi
Copyrights © 2026