Sampah plastik merupakan salah satu tantangan lingkungan yang serius karena sifatnya yang sulit terurai secara alami. Di lingkungan sekolah, penggunaan plastik sekali pakai seperti botol minum, bungkus makanan ringan, dan alat makan menjadi salah satu penyumbang utama sampah plastik. Penelitian ini bertujuan untuk merefleksikan penerapan ecobrick sebagai inovasi pembelajaran berbasis lingkungan di kelas, sekaligus meningkatkan kesadaran siswa terhadap isu pengelolaan sampah plastik. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan Participatory Action Research (PAR), dimana siswa dilibatkan secara aktif dalam seluruh proses, mulai dari pengumpulan sampah plastik hingga pembuatan ecobrick dan produk akhir berupa meja dan kursi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan ini tidak hanya mengurangi jumlah sampah plastik di sekolah tetapi juga meningkatkan kesadaran lingkungan dan keterampilan kolaboratif siswa. Artikel ini memberikan kontribusi terhadap inovasi pendidikan di kelas melalui integrasi isu lingkungan dalam proses pembelajaran.
Copyrights © 2024