Artikel ini mengkaji praktik penerapan pendidikan inklusif melalui akomodasi pembelajaran terhadap siswa dengan gangguan penglihatan di kelas IX G SMPN 5 Samarinda. Penelitian ini bersifat reflektif berdasarkan pengalaman Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) II yang difokuskan pada respons guru terhadap kebutuhan anak berkebutuhan khusus (ABK) secara individual. Temuan menunjukkan bahwa strategi sederhana seperti pengaturan posisi duduk, penyediaan materi cetak, serta pendekatan sosial yang inklusif dapat meningkatkan partisipasi dan kesejahteraan belajar siswa ABK.
Copyrights © 2025