Artikel ini mengkaji hubungan antara positivisme, objektivitas pengetahuan, dan tafsir sufistik melalui telaah epistemologis atas kritik al-Dzahabi terhadap tafsir Ibn ‘Arabi. Permasalahan utama penelitian ini adalah ketegangan epistemologis antara klaim objektivitas tafsir berbasis riwayat dan rasionalitas dengan subjektivitas pengalaman mistik dalam tafsir sufistik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode hermeneutika filosofis untuk menelusuri asumsi dasar dan kerangka epistemik kedua pandangan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa al-Dzahabi dan positivisme sama-sama menolak dominasi subjektivitas, namun bertolak dari landasan epistemologis yang berbeda: positivisme menekankan empirisme, sedangkan al-Dzahabi menekankan otoritas teks wahyu. Kajian ini menegaskan pentingnya integrasi antara objektivitas rasional dan kedalaman spiritual dalam pengembangan epistemologi tafsir Islam yang holistik dan seimbang.
Copyrights © 2025