Pembangkit listrik hybrid, yang menggabungkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB), memiliki potensi besar untuk menyediakan energi terbarukan di kawasan pesisir, termasuk di sekitar Danau Tondano. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental dengan pendekatan kuantitatif untuk menganalisis kebutuhan baterai serta sistem pengisian dan pengosongan (charge–discharge) pada pembangkit listrik tenaga hybrid yang menggabungkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) di kawasan pesisir Danau Tondano, melalui perhitungan beban listrik harian dan estimasi potensi energi yang dihasilkan dari kedua sumber berdasarkan data aktual di lapangan.Sistem hybrid PLTS–PLTB di kawasan pesisir Danau Tondano mampu menghasilkan energi listrik dengan variasi yang dipengaruhi kondisi radiasi matahari dan kecepatan angin. Dari hasil pengukuran, PLTS memberikan kontribusi pengisian terbesar pada siang hari dengan tegangan 18–19 V dan arus 1,2–1,8 A, sedangkan PLTB menyumbang energi tambahan dengan tegangan sekitar 12–14 V dan arus 0,4–0,9 A.
Copyrights © 2025