IESM
Vol. 2 No. 1 (2021): Vol 2 No 1 Februari 2021

Pengendalian Kualitas Produk Besi Baja Dengan Metode Six Sigma DMAIC dan Kaizen di PT. Growth Sumatra Industry

Irfan (Universitas Potensi Utama)
Yuli Setiawannie (Universitas Potensi Utama)



Article Info

Publish Date
06 Feb 2021

Abstract

Adanya persaingan industri antar produk yang semakin ketat ini menuntut setiap perusahaan memberikan yang terbaik bagi konsumennya. Saat ini kualitas produk besi baja PT.Growth Sumatra Industry belum maksimal, hal ini ditunjukkan oleh banyaknya jumlah produk defect yang cukup besar. Penelitian ini difokuskan pada jenis produk besi beton polos dengan jumlah defect terbesar dibandingkan dengan produk lainnya yaitu sebesar 3,54%. Produk-produk besi beton polos dengan spesifikasi di luar standard kualitas yang ditetapkan oleh PT.Growth Sumatra Industry dan dikategorikan jenis kecacatannya yaitu : ukuran tidak sesuai, besi retak, sisa potongan.Dengan adanya masalah tersebut, maka dilakukan penelitian dengan menggunakan metode Six Sigma DMAIC dan Kaizen.Tujuan untuk mengetahui jumlah keadaan produk cacat dan nilai Sigma, untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang paling berpengaruh pada kecacatan produksi besi baja, menganalisa tindakan perbaikan yang tepat untuk mengurangi produk cacat (defect) dengan metode Six Sigma DMAIC dan Kaizen di PT. Growth Sumatra Industry. Tahaptahap penelitian ini terdiri dari data primer diperoleh dengan melakukan pengamatan langsung kepada proses produksi dilapangan. Data mengenai produk cacat dan sekunder langsung dari arsip perusahaan. Berdasarkan hasil perhitungan penglolahan data dan analisa maka diproleh total kecacatan yang terjadi pada produk besi baja yaitu ukuran tidak sesuai (2880), besi retak (2855), sisa potongan (2052). Nilai DPMO dengan nilai 158.625 dengan level 2 yang menunjukan rata - rata tingkat industri indonesia. Faktor-faktor yang menyebabkan kecacatan produk adalah manusia, mesin, peroses kerja, dan material, usulan tindakan perbaikan yang dilakukan pada kualitas produk besi beton polos dengan melakukan perbaikan terhadap semua sumber produk cacat,.Usulan perbaikan mempengaruhi hasil tersebut adalah tidak ada penumpukan barang, mengatur ulang tata letak peralatan kerja yang teratur, memberi arah petunjuk untuk daerah yang berbahaya. Setelah dilakukan perbaikandilakukan tahapan terakhir yaitu kontrol yang berfungsi untuk perubahan angka pada penelitian dalam usulan dilaksanakan sesuai dengan SNI. Perubahan angka pada penelitian ini menunjukkan tahapan Six Sigma DMAIC dan Metode Kaizen mampu memberikan usulan yang lebih baik dalam perbaikan kualitas besi baja.

Copyrights © 2021






Journal Info

Abbrev

IESM

Publisher

Subject

Civil Engineering, Building, Construction & Architecture Control & Systems Engineering Industrial & Manufacturing Engineering

Description

About The Journal IESM (Industrial Engineering System and Management Journal) is a scientific journal published by the Institute for Research and Community Service (LPPM), Universitas Potensi Utama, Medan. This journal focuses on research and development in the fields of industrial engineering and ...