Hutama Marga Waskita merupakan salah satu perusahaan BUMN Indonesia yang bergerak di bidang industri jasa konstruksi. Berdasarkan hasil wawancara dan data yang terkumpul dari dokumen HSE tentang kecelakaan kerja yaitu unsafe action dan unsafe condition serta berdasarkan hasil observasi para pekerja kurang menyadari APD itu penting saat bekerja. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisa penerapan SMK3 dan melakukan identifikasi bahaya, penilaian resiko, dan pengendalian resiko pada pekerjaan tiang pancang dengan metode Hazard Identification, Risk Assesement and Risk control (HIRARC) dan memberikan usulan cara meningkatkan kesadaran dan kepedulian pekerja pekerja dalam pengawasan pemakaian alat pelindung diri (APD) dengan penerapan Behaviour Based Safety (BBS) agar sesuai dengan standar SMK3 yang dapat meningkatkan produktivitas perusahaan. Metode Hazard Identification And Risk Assessment Risk Control (HIRARC) dalam penerapan SMK3 di PT.Hutama Marga Waskita masih belum efektif pelaksanaannya, hal ini dapat dilihat dari hasil pengolahan data dengan metode Hazard Identification And Risk Assessment Risk Control (HIRARC) yaitu: perlu melakukan tindakan evaluasi terhadap resiko kecelakaan kerja pada pekerjaan pemancangan pondasi dan Bracket Bekisting dari tiang pancang karena terdapat 7 resiko kecelakaan kerja yang tergolong high dan harus dilakukan perbaikan dalam 1 bulan ke depan, serta 3 resiko kecelakaan kerja yang tergolong medium dan harus dilakukan perbaikan dalam 1 tahun ke depan dan untuk meningkatkan kesadaran pekerja dalam pemakaian APD ada 2 hal yang harus diterapkan yaitu pemberian hukuman dan pemberian reward. Ada 2 faktor penyebab kecelakaan kerja yaitu: kondisi tidak aman dan tindakan tidak aman.
Copyrights © 2021