Ketidakseimbangan lintasan di area produksi mempunyai dampak terhadap tidak meratanya beban kerja terutama pada setiap stasiun kerja. Hal ini yang dihadapi pada salah satu manufaktur yang bergerak dibidang baja yang menyebabkan lintasan produksi kurang optimal. Untuk menyelesaikan masalah ini perlu dilakukan keseimbangan lintasan produksi dengan menggunakan metode pendekatan wilayah (region approach). Metode pendekatan wilayah (region approach) sebagai salah satu dari solusi penyeimbangan wilayah. Metode ini merupakan pembagian wilayah atau kelompok kerja yang saling berkaitan dan merata sehingga tidak adanya melebihi waktu siklus pada setiap stasiun kerja. Sehingga terjadi perbaikan performansi dengan nilai yang sama pada lintasan produksi. Adanya penerapan metode Region Approach untuk keseimbangan lintasan pada pencetakan atap diperoleh jumlah stasiun kerja sebelum dilakukan keseimbangan lintasan sebanyak 10, kemudian sesudah dilakukan keseimbangan lintasan jumlah stasiun kerja menjadi 7.Nilai efesiensi lintasan (line efesiensi) meningkat menjadi 65% dari 45% pada kondisi sebelumnya. Nilai keseimbangan waktu senggang (balance delay) turun menjadi 34,41%. dari 54%.Nilai smoothness index juga turun menjadi 61,12 menit.menjadi 33,69 menit.
Copyrights © 2021