Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Analisis Pengaruh Panas dan Beban terhadap Kerusakan Traveling Grate pada Boiler Di PLTU Tembilahan 2x7 MW Sandi Saputra; Siswo Pranoto; Yopan Rahmad Aldori; Syurkarni Ali; Junaidi; Andri Herlambang; Muhammad Yusuf Rahmansyah Siahaan; Muhammad Idris
JOURNAL OF MECHANICAL ENGINEERING MANUFACTURES MATERIALS AND ENERGY Vol. 7 No. 2 (2023): Edisi Desember 2023
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jmemme.v7i2.6094

Abstract

Rack grate is a component composed of rack clip and rack bone arrangement that serves as a dropping cross-section media of coal and as a media of coal burned in the boiler.  As part of the main component, the rack grate can be regarded as one of the components that ensure the success of combustion in the boiler. Failure to this component will certainly interfere with the implementation of boiler operations. In addition to require the boiler to be shut down while repaired, in addition to requiring the boiler to be extinguished during repairs, the inoperability of the boiler makes the steam production process at the PLTU impossible and ultimately the electricity generation process cannot be carried out as usual. Damage to the rack grate component has a type of plastic deformation with variable loads and fluctuating heat, which means that the thermal stress in the system has reached the yield stress point. To find out the root cause of this component damage quickly and accurately, an analysis of the results of the implementation of engineering software in this case Ansys Workbench, and a comparison of actual operating data, and data design is the best choice. Lastly, by evaluating the optimum values of temperature, equivalent stress and strain, total deformation, input process parameters value can be controlled to the desired values, resulting in less stress concentration occurs, so that the damage to the workpiece can be reduced or even eliminated.
Penyeimbangan Lintasan Pada Area Produksi Dengan Metode Region Approach (Ra) (Studi Kasus: Produksi Baja Di Medan) Andri Herlambang
Industrial Engineering System and Management Journal Vol. 2 No. 2 (2021): Vol 2 No 2 Agustus 2021
Publisher : LPPM Universitas Potensi Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketidakseimbangan lintasan di area produksi mempunyai dampak terhadap tidak meratanya beban kerja terutama pada setiap stasiun kerja. Hal ini yang dihadapi pada salah satu manufaktur yang bergerak dibidang baja yang menyebabkan lintasan produksi kurang optimal. Untuk menyelesaikan masalah ini perlu dilakukan keseimbangan lintasan produksi dengan menggunakan metode pendekatan wilayah (region approach). Metode pendekatan wilayah (region approach) sebagai salah satu dari solusi penyeimbangan wilayah. Metode ini merupakan pembagian wilayah atau kelompok kerja yang saling berkaitan dan merata sehingga tidak adanya melebihi waktu siklus pada setiap stasiun kerja. Sehingga terjadi perbaikan performansi dengan nilai yang sama pada lintasan produksi. Adanya penerapan metode Region Approach untuk keseimbangan lintasan pada pencetakan atap diperoleh jumlah stasiun kerja sebelum dilakukan keseimbangan lintasan sebanyak 10, kemudian sesudah dilakukan keseimbangan lintasan jumlah stasiun kerja menjadi 7.Nilai efesiensi lintasan (line efesiensi) meningkat menjadi 65% dari 45% pada kondisi sebelumnya. Nilai keseimbangan waktu senggang (balance delay) turun menjadi 34,41%. dari 54%.Nilai smoothness index juga turun menjadi 61,12 menit.menjadi 33,69 menit.
Analisa Optimalisasi Layanan Sistem Antrian Teller Pada PT Bank ABC (Persero) Tbk. Cabang Kapten Muslim Dimas Pramono; Andri Herlambang
Industrial Engineering System and Management Journal Vol. 2 No. 2 (2021): Vol 2 No 2 Agustus 2021
Publisher : LPPM Universitas Potensi Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bank ABC pesero adalah bank yang berkantor pusat di Jakarta, dan merupakan bank terbesar di Indonesia dalam hal aset, pinjaman, dan deposit. Bank ini berdiri pada tanggal 2 Oktober 1998 sebagai bagian dari program restrukturisasi perbankan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Indonesia. Pada tanggal 31 Juli 1999, empat bank milik Pemerintah yaitu, (BBD), (BDN), (Bank Exim), dan (Bapindo), digabungkan ke dalam Bank ABC. Pada Perusahaan ini sering terjadi sebuah permasalahan yang dapat di identifikasikan pada Bank ABC di Kota Medan ini, yaitu terdapat antrian yang sangat panjang. Hal ini disebabkan karena banyaknya transaksi pada bagian teller (seperti : transfer, tarik tunai, pembayaran tunai atau pembayaran cicilan), dan menerima penyimpanan. Kurang optimalnya jumlah teller dan model sistem antrian yang ada. Metode yang diterapkan pada penelitian ini adalah Riset Lapangan (Field Research), Wawancara, dan Studi Pustaka. Metode Riset Lapangan (Field Research) adalah pengumpulan data yang dilakukan dengan cara mengamati dan menangani secara langsung tugas-tugas yang berhubungan dengan materi. Wawancara merupakan teknik pencarian dan pengumpulan informasi dilakukan dengan mendatangi secara langsung kepada responden untuk dimintai keterangan mengenai sesuatu yang diketahui (bisa mengenai suatu kejadian, fakta, maupun pendapat responden). Studi Pustaka yaitu Pengumpulan data yang dilakukan dengan membaca buku-buku literatur, jurnal, internet, majalah, dan penelitian terdahulu yang berkaitan dengan penelitian yang sedang dilakukan.
PENGENDALIAN KUALITAS PROSES WELDING DENGAN METODE SEVEN TOOLS DI PT XYZ Hotman Pardamean Sibuea; Andri Herlambang
Industrial Engineering System and Management Journal Vol. 2 No. 2 (2021): Vol 2 No 2 Agustus 2021
Publisher : LPPM Universitas Potensi Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada Perusahaan XYZ merupakan suatu perusahaan yang bergerak di industri boiler (ketel uap), adanya perkembangan industri membuat para pelaku industri berlomba-lomba meningkatkan kualitas produk yang dihasilkan. Khususnya mengurangi kesalahan atau cacat selama proses produksi berlangsung. Kualitas adalah salah satu elemen penting yang membuat suatu industri dapat bertahan atau bahkan menang dalam merebut pangsa pasar. Kualitas biasanya dikaitkan dengan bagaimana suatu produk dapat memuaskan keinginan konsumen. Agar dapat mengatasi hal diatas, diberikan analisa pengendalian kualitas proses welding produk boiler package dengan menggunakan metode seven tools. Terlebih dahulu data terkumpul diuji apakah cukup atau tidak. Kemudian membuat diagram tebar untuk mengetahui hubungan jumlah inspeksi/hari dengan jumlah kerusakan yang terjadi. Histogram dan Run Chart untuk menunjukkan output proses welding. Pembuatan peta kontrol p untuk melihat apakah data terkumpul berada diantara batas kontrol atau tidak. Bila tidak maka perlu dilakukan revisi terhadap data tersebut. Dari hasil perhitungan didapat bahwa Perusahaan XYZ telah mencapai kapabilitas sigma sebesar 3,64 sigma. Berdasarkan diagram pareto persentase kerusakan terbesar pada cacat porosity sebesar 27,82 % dan terkecil cacat Incomplete Penetration sebesar 7,89%.Lima faktor yang mempengaruhi kualitas produk boiler dalam diagram sebab akibat yaitu: manusia, mesin, material, metode kerja dan lingkungan kerja.
PENGENDALIAN DAN PERSEDIAN BAHAN BAKU DI PT. BATA RINGAN UTAMA DENGAN METODE EOQ Dimas Kurniawan; Andri Herlambang
Industrial Engineering System and Management Journal Vol. 2 No. 2 (2021): Vol 2 No 2 Agustus 2021
Publisher : LPPM Universitas Potensi Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persediaan bahan baku yang optimal dalam perusahaan merupakan salah satu faktor yang penting dalam kinerja perusahaan. Jenis penelitian kuantitatif digunakan untuk mengkaji penerapan metode Economic Order Quantity (EOQ) dalam pengendalian bahan baku di PT. Bata Ringan Utama. Hasil penelitian diperoleh jumlah persediaan optimal dengan metode Economic Order Quantity (EOQ) pada tahun 2020 sebesar 680.177 kg untuk bahan baku kapur dengan frekuensi 3 kali, persediaan pengaman (SS) 135.674,18 kg, melakukan pemesanan kembali (Re Order Point) pada saat tingkat persediaan mencapai 171.867,08 kg, dan 151.855 kg untuk bahan baku gypsum dengan frekuensi 1 kali, persediaan pengaman (SS) 8.970,39 kg, melakukan pemesanan kembali (Re Order Point) pada saat tingkat persediaan mencapai 11.248,89 kg, total biaya dari kedua bahan sebesar Rp. 89.336.751.
Pengaruh Kebijakan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Terhadap Kinerja Karyawan Pada Proyek Rumah Sakit Panyambungan Fardiansyah; Andri Herlambang
Industrial Engineering System and Management Journal Vol. 3 No. 1 (2022): Vol 3 No 1 Februari 2022
Publisher : LPPM Universitas Potensi Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada pembangunan proyek rumah sakit penyambungan, PT. Betesda Mandiri telah menerapakan program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dengan baik. Dengan menerapakan kebijakan program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pihak manajemen PT. Betesda Mandiri mengharapkan akan terjadinya peningkatan produktifitas kerja karyawan. Peningkatan produktifitas kerja karyawan dapat mendukung keberhasilan proyek konstruksi yang sedang dikerjakan perusahaan. Dari hasil pengamatan penulis, selama melaksanakan Praktek Kerja Lapangan yang berlangsung di PT. Betesda Mandiri khususnya di bagian lapangan yang merupakan Keterlibatan Pekerja. Permasalahan yang timbul dapat dikarenakan kurangnya informasi dan pengetahuan tentang standar keamanan dan kenyamanan kondisi kerja bagi pekerja. Ancaman bahaya fisik maupun tingkah laku terhadap pekerjaan tergolong besar dalam setiap proyek konstruksi. Tujuan dari dibuatnya program K3 adalah untuk mengurangi biaya perusahaan apabila timbul kecelakaan dan penyakit akibat kerja. Perusahaan yang baik adalah perusahaan yang benarbenar menjaga keselamatan dan kesehatan karyawannya dengan membuat pengaruhan kebijakan (aturan) tentang keselamatan dan kesehatan kerja yang dilaksanakan oleh seluruh karyawan dan pimpinan perusahaan. Perlindungan tenaga kerja dari bahaya dan penyakit akibat kerja atau akibat dari lingkungan kerja sangat dibutuhkan oleh karyawan agar karyawan merasa aman dan nyaman dalam menyelesaikan pekerjaannya. Tenaga kerja yang sehat akan bekerja produktif sehingga diharapkan dengan produktifitas kerja karyawan yang meningkat dapat mendukung keberhasilan bisnis perusahaan dalam membangun dan membesarkan usahanya.
Analisis Kecelakaan Kerja (K3) dengan Metode Strain Index di PT. XYZ Andri Herlambang; Fernando Situmorang
Industrial Engineering System and Management Journal Vol. 3 No. 1 (2022): Vol 3 No 1 Februari 2022
Publisher : LPPM Universitas Potensi Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam mengurangi angka kecelakaan kerja di PT. XYZ merupakan hal yang sangat vital dalam menjalankan perusahaan. Sebagai mana perusahaan ini bergerak di bidang industri kayu untuk mengolah kayu bulat menjadi kayu lapis dan kayu gergajian. Perusahaan ini mengalami angka kecelakaan yang cukup signifikan, sehingga perlu diambil langkah-langkah atau standar operasional prosedur dalam menjalankan perusahaan terutama pada bagian operator mesin untuk pengolahan limbah produksi. .Adapun dalam penelitian ini penulis akan memberikan masukan bagi perusahaan agar angka kecelakaan akan berkurang sehingga angka kesehatan kerja yang meningkat.Dengan menggunakan metode Strain Index maka penulis berharap untuk kedepannya perusahaan ini akan dapat mencapai angka kecelakaan kerja yang seminimum mungkin sehingga proses produksi semakin meningkat dan profit untuk perusahaan juga bertambah, dengan adanya ketidaksesuaian dalam penggunaan mesin pengolahan limbah yang digunakan operator dengan standar operasional prosedur yang disarankan maka perlu dibuat suatu kebijakan maupun pelatihan dalam menggunakan sarana dan prasarana diarea produksi terutama dalam penggunaan mesin di pengolahan limbahnya.
Preventive Maintenance: Penerapan dan Metode Dalam Meningkatkan Produktivitas Juliandi Wahyuda; Andri Herlambang
Industrial Engineering System and Management Journal Vol. 3 No. 2 (2022): Vol 3 No 2 Agustus 2022
Publisher : LPPM Universitas Potensi Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Untuk menjaga kondisi mesin tersebut agar tidak mengalami kerusakan ataupun setidaknya untuk mengurangi jenis kerusakan, sehingga waktu proses produksi tidak terpotong terlalu lama, maka dibutuhkan sistem pemeliharaan mesin yang baik dan tepat sehingga hasilnya dapat meningkatkan efektivitas mesin dan dapat mengurangi kerugian yang diakibatkan dari kerusakan mesin. Pemeliharaan mesin dengan metode preventive maintenance berguna untuk mencegah terjadinya kerusakan mesin, komponennya dan bahkan yang telah habis masa pakainya. Untuk membantu perusahaan dalam menangani masalah yang selama ini menjadi penghambat proses produksi, maka melalui penelitian ini akan diusulkan pemeliharaan menggunakan preventive maintenance dengan metode Total Productive Maintenance (TPM).Penerapan TPM (Total Productive Maintenance) mempunyai pengaruh dalam tingkat kerusakan pada mesin shaping yang mengalami penurunan.TPM ini berfungsi sebagai solusi untuk meningkatkan produktifitas pada mesin shaping. dan dapat mengetahui apa yang harus dilakukan untuk kedepannya agar mesin berjalan secara optimal sesuai dengan jadwal yang direncanakan.
Inventory control analysis using the period order quantity method at CV. Adi Makmur Metalindo Andri Herlambang; Nita Marikena
Industrial Engineering System and Management Journal Vol. 6 No. 2 (2025): Vol 6 No 2 Agustus 2025
Publisher : LPPM Universitas Potensi Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The scheduling raw material orders to avoid delays in fulfilling consumer demand can be analyzed using the Period Order Quantity (POQ) method so that the Company can schedule orders optimally and reduce ordering costs to several suppliers. The Company can control inventory and improve the ability to plan the duplication of goods according to consumer needs. The data used in the study is the demand period in January - December 2024. Data collection uses observation and interview techniques with company leaders and owners. After data collection and calculations using the Period Order Quantity method, the calculation results show that the company can make optimal raw material orders to avoid stock shortages when selling is an order made every 14 days with an ordering frequency of 19 pcs each time the order and the Company must have a safety stock of 8 pcs to anticipate an increase in the number of requests or can reorder when the remaining stock of goods is 29 pcs.