Karyatama Perintis Fajar merupakan salah satu perusahaan logistik yang bergerak di bidang distribusi barang antar wilayah di Indonesia. Salah satu proses logistik utama adalah proses bongkar muat barang dari gudang untuk dipindahkan ke moda transportasi darat maupun sebaliknya. Pada proses bongkar muat mempunyai beberapa pekerjaan yang berisiko. Postur kerja yang salah misalnya postur kerja yang selalu berdiri, jongkok, membungkuk dalam waktu yang cukup lama dapat menyebabkan ketidaknyamanan dan nyeri pada salah satu anggota tubuh. Berdasarkan keluhan tersebut dilakukan penelitian terhadap postur kerja dengan metode RULA. Tujuan penelitian untuk mengetahui tingkat risiko pekerja di CV. Karyatama Perintis Fajar. Berdasarkan hasil analisis penelitian yang telah dilakukan, didapatkan hasil bahwa skor RULA tertinggi pada proses pengikatan sling belt sebesar 5, yang artinya postur pekerja beresiko tinggi dan dibutuhkan tindakan perbaikan sesegera. Hal tersebut dikarenakan sikap kerja operator membungkuk ketika melakukan pengikatan. Kemudian berdasarkan hasil dari skor RULA tersebut diperlukan rancangan postur kerja berupa postur kerja yang ergonomis untuk memberikan kenyamanan saat bekerja.
Copyrights © 2022