XYZ adalah perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur otomotif dan memproduksi suku cadang anti-vibrasi untuk mobil. Selain menjaga kualitas, perusahaan manufaktur juga harus memaksimalkan kapasitas mesin dan proses yang dimiliki agar produktivitas dapat meningkat. Namun, seiring dengan peningkatan jumlah pesanan, PT. XYZ menghadapi kendala terkait kapasitas yang tidak mencukupi, yang mengharuskan dilakukannya jam kerja tambahan (Overtime). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi langkah-langkah yang dapat diambil untuk memaksimalkan proses produksi, sehingga beban proses tidak melebihi kapasitas yang tersedia atau menyebabkan jam kerja tambahan, serta meningkatkan output atau produktivitas. Penelitian ini dilakukan dengan metode observasi dan analisis terhadap proses, mesin, serta pekerjaan operator. Hasil perbaikan menunjukkan bahwa terdapat beberapa faktor yang menyebabkan output proses tidak maksimal, antara lain adanya waktu tunggu pada salah satu operator dan pekerjaan memindahkan kotak berisi produk ke proses QA, yang mengakibatkan kelelahan dan sakit pinggang pada operator. Hal ini menyebabkan penurunan output dan kapasitas proses yang tidak dapat mengimbangi peningkatan beban akibat lonjakan pesanan. Sebagai langkah penanggulangan, diterapkan line balancing dan penambahan futapata one piece flow untuk meringankan pekerjaan mengangkat kotak. Dengan penerapan line balancing dan penambahan futapata one piece flow output yang dihasilkan meningkat dari 95 pcs menjadi 105 pcs atau setara dengan peningkatan produktivitas sebanyak 10%.
Copyrights © 2025