Material transfer error pada mesin injection 850T menyebabkan downtime produksi yang tinggi, dengan frekuensi gangguan mencapai 16 kali per bulan dan total downtime 268 menit. Penelitian ini bertujuan meningkatkan stabilitas dan efisiensi sistem transfer material menggunakan metode DMAIC. Analisis menunjukkan bahwa 60% material recycle memiliki ukuran lebih dari 6 mm, yang berkontribusi terhadap penyumbatan jalur transfer dan ketidakkonsistenan distribusi material. Untuk mengatasi masalah ini, diterapkan revisi inspection sheet serta sistem kontrol input material, yang meningkatkan rasio stabilitas transfer dari 98.73% menjadi 100%, serta rasio material recycle ≤6 mm dari 40% menjadi 99%. Selain itu, penerapan fitur Smart Idle Automation menghasilkan penghematan energi hingga Rp 1.936.000 per bulan, meningkatkan efisiensi konsumsi daya dalam proses produksi. Perbaikan ini tidak hanya mengoptimalkan keandalan sistem manufaktur tetapi juga berkontribusi terhadap kelancaran suplai bahan baku dan pengurangan variabilitas proses produksi
Copyrights © 2025