Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas proses pengemasan produk makanan ringan melalui penerapan metode Six Sigma dengan pendekatan DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control). Proses pengemasan merupakan salah satu tahap kritis dalam produksi karena berpengaruh langsung terhadap kualitas akhir dan kepuasan konsumen. Berdasarkan data awal, tingkat kerusakan kemasan mencapai 15% dari total produksi mingguan, yang berdampak pada meningkatnya keluhan pelanggan dan biaya rework. Tahap Define dilakukan untuk mengidentifikasi masalah utama dan tujuan perbaikan. Pada tahap Measure, dilakukan pengumpulan data terkait jumlah kemasan rusak, menunjukkan rata-rata 150 kemasan rusak dari setiap 1000 unit yang diproduksi. Tahap Analyze menggunakan diagram pareto dan fishbone untuk mengidentifikasi akar masalah, yaitu ketidakkonsistenan dalam pengaturan mesin pengemas. Perbaikan dilakukan pada tahap Improve dengan penyesuaian mesin dan pelatihan operator, yang berhasil menurunkan tingkat kerusakan menjadi 4%. Tahap Control memastikan keberlanjutan perbaikan melalui standar prosedur kerja baru dan inspeksi rutin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan DMAIC efektif dalam menurunkan tingkat cacat produk dan meningkatkan efisiensi proses pengemasan. Studi ini memberikan kontribusi praktis bagi industri makanan ringan dalam menerapkan metode Six Sigma sebagai strategi peningkatan mutu yang sistematis dan berkelanjutan.
Copyrights © 2025