Penelitian ini bertujuan mengevaluasi hubungan antara distribusi tekanan pori dan elemen sistem perminyakan berdasarkan analisis data log satu sumur eksplorasi. Metode yang digunakan mencakup interpretasi log gamma ray (GR), resistivitas (ILD), neutron porositas (NPHI), densitas (RHOB), dan sonik (DT), dengan estimasi tekanan pori menggunakan pendekatan Eaton berbasis tren kompaksi normal. Hasil analisis menunjukkan bahwa interval dalam Formasi Balikpapan memiliki karakteristik fisik yang mendukung akumulasi hidrokarbon, antara lain resistivitas tinggi, porositas besar, dan lambatnya perambatan gelombang akustik. Crossplot porositas-densitas mengindikasikan dominasi dolomit, terutama pada Formasi Balikpapan dan Kampung Baru, yang meningkatkan potensi sebagai reservoar. Zona tekanan luap pertama teridentifikasi di Formasi Kampung Baru dan berkembang lebih lanjut di interval lain, dengan dominasi di Formasi Pulau Balang yang tersusun atas batuan impermeabel dan berfungsi sebagai penghalang migrasi fluida. Formasi Pamaluan menunjukkan potensi sebagai batuan induk atau batuan penutup tambahan, tergantung pada tingkat kematangan dan posisi stratigrafinya. Integrasi karakteristik litologi dan analisis tekanan pori sangat krusial untuk mengidentifikasi zona prospek sekaligus meminimalkan risiko dalam eksplorasi sumber daya migas.
Copyrights © 2025