Satwika : Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial
Vol. 9 No. 1 (2025): April

The initiatives of the education center for women and children in mitigating child sexual violence in Bengkulu City

Frisca Meydaryani (Universitas Bengkulu)
Hajar Gelis Pramudyasmono (Universitas Bengkulu)
Diyas Widiyarti (Universitas Bengkulu)



Article Info

Publish Date
30 Apr 2025

Abstract

In Indonesia, including Bengkulu City, sexual violence against children should receive greater attention. Many people do not understand the symptoms of child sexual abuse, its effects, or how to prevent it. This phenomenon can impact a child's social and emotional development in the long term. One of the reasons why child sexual abuse continues to occur despite various preventive efforts is the lack of awareness among the public and educators about the importance of protecting children. The purpose of this research is to analyse the efforts made by the Non-Governmental Organisation (NGO) Pusat Pendidikan Untuk Perempuan dan Anak (PUPA) in Bengkulu City to prevent child sexual abuse. This study uses a qualitative approach and data collection techniques to conduct observations, interviews, and documentation. The results of this study indicate that the types of sexual violence against children will experience dynamics from 2022 to 2023. Since 2023, the number of cases of sexual violence against children has increased. In Bengkulu, PUPA made various preventive efforts, such as forming change agents, conducting educational campaigns in schools, and building the Anti-Violence Movement. With several efforts made by the Education Center for Women and Children, the number of sexual violence incidents that continue to occur every year can be reduced.   Di Indonesia, termasuk di Kota Bengkulu, kekerasan seksual terhadap anak harus mendapatkan perhatian yang lebih besar. Banyak masyarakat yang tidak memahami gejala kekerasan seksual pada anak, efeknya, dan cara mencegahnya. Fenomena ini dapat berdampak pada perkembangan sosial dan emosi anak dalam jangka panjang. Salah satu alasan mengapa kekerasan seksual pada anak terus terjadi meskipun telah dilakukan berbagai upaya pencegahan adalah kurangnya kesadaran masyarakat dan pendidik tentang pentingnya melindungi anak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis upaya yang dilakukan oleh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Pusat Pendidikan Untuk Perempuan dan Anak (PUPA) Kota Bengkulu untuk mencegah kekerasan seksual pada anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan teknik pengumpulan data yang dilakukan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini jenis kekerasan seksual pada anak mengalami dinamika dari tahun 2022 hingga 2023. Berdasarkan pada tahun 2023, jumlah jenis kasus kekerasan seksual terhadap anak meningkat. Di Bengkulu, PUPA melakukan berbagai upaya pencegahan, seperti membentuk agen perubahan, melakukan kampanye edukasi di sekolah, dan membangun Gerakan Anti Kekerasan (GAK). Dengan adanya beberapa upaya yang dilakukan oleh Pusat Pendidikan Untuk Perempuan dan Anak (PUPA) dapat mengurangi angka kekerasan seksual yang terus terjadi di setiap tahunnya.

Copyrights © 2025






Journal Info

Abbrev

JICC

Publisher

Subject

Arts Humanities

Description

Satwika (Kajian Budaya dan Perubahan Sosial) publishes scientific papers on the results of studies/research and reviews of the literature in the fields of cultural studies and social change. The journal is oriented towards research on cultural phenomena and the current social changes. With the aim ...