Pengemasan produk basreng memiliki bentuk yang beragam di pasaran, namun masih terdapat kemasan yang kurang baik sehingga keamanan dan kualitas produknya kurang terjaga. Produk tersebut akhirnya dinilai kurang meyakinkan untuk dikonsumsi karena tidak adanya label dan fitur pengamanan yang baik pada kemasan. Berdasarkan permasalahan tersebut, perlu adanya perbaikan dan pengembangan terhadap kemasan produk basreng. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan konsep dan elemen desain kemasan basreng sesuai dengan preferensi konsumen. Kansei Engineering digunakan sebagai metode untuk membaca perasaan konsumen terhadap kemasan basreng. Metode ini juga didukung dengan Principal Component Analysis (PCA) dalam menentukan konsep desain, dan Quantification Theory Type-1 (QTT-1) untuk menentukan elemen desain. Hasil observasi didapatkan 42 sampel kemasan dan 44 kata Kansei. Sampel dan konsep dianalisis menggunakan PCA yang menghasilkan tiga konsep desain dengan Principal Component (PC) > 1, yaitu “konvensional-praktis”, “reusable-fungsional”, dan “modern-informatif”. Konsep terpilih berdasarkan QTT-1 adalah “reusable-fungsional”, dengan nilai R-Square tertinggi sebesar 0.9812. Elemen desain yang diperoleh, yaitu material karton kraft + coating (X1.6), bentuk center seal (X2.5), tutup sealer (X3.2), fitur window (X4.4), gaya desain elegan (X5.2), label semi informatif (X6.2), ukuran sedang (X7.2), dan surface desain direct printing (X8.2). Hasil mock up desain kemasan konsep terpilih telah sesuai dengan preferensi konsumen dan Kansei konsumen.
Copyrights © 2023