Instalasi Farmasi Rumah Sakit (IFRS) memiliki tugas dan fungsi yang penting dalam memberikan pelayanan kesehatan di Rumah Sakit yaitu mulai dari tahap seleksi, perencanaan dan pengadaan, distribusi dan penggunaan. Observasi pendahuluan menunjukkan permasalahan bahwa pengelolaan obat yang tidak lancar dan tidak efisien dapat menyebabkan kerugian terhadap rumah sakit, maka dari itu peneliti ingin melakukan evaluasi manajemen obat pada IFRSUD Tapanuli Selatan agar dapat diketahui permasalahan dan kelemahan dalam pelaksanaannya sehingga dapat dilakukan upaya perbaikan dalam rangka meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif melalui wawancara mendalam disertai pengamatan langsung (observasi). Indikator pada tiap tahap pengelolaan obat diukur menggunakan Data Primer, Data Sekunder dan Analisis Data Menggunakan Metode Triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada beberapa tahap pengelolaan obat ada yang belum sesuai standar yaitu: Tahap Pemilihan/ perencanaan obat : kesesuaian dengan formularium nasional (82,41%); Pengadaan: Frekuensi pengadaan rendah (≤12 kali dalam setahun); Penerimaan: Ketidaksesuaian barang dengan SP; Penyimpanan: Kurangnya Rak dan pallet; distribusi: tingkat ketersediaan obat yang kurang. Hasil yang sesuai standar yaitu tahap pemilihan/ perencanaan: kesesuaian dengan formularium rumah sakit sebagian besar sudah sesuai; pengadaan: frekuensi pengadaan tiap item obat pertahun dan secara e-katalog metode E-purchasing online ataupun surat pesanan manual; penyimpanan: Penyimpanan sesuai Alfabetis dan ketepatan data jumlah obat pada kartu stok (100%). Kata kunci: Pengelolaan obat, Indikator, Instalasi Farmasi RSUD Tapanuli Selatan.
Copyrights © 2022