Latar Belakang : Stunting, merupakan gangguan pertumbuhan dimana kondisi dimana tinggi badan anak lebih rendah dibandingkan standar usianya, akibat kekurangan gizi, infeksi berulang dan kurangnya stimulasi. Stunting menjadi penyebab meningkatnya risiko terjadinya kesakitan, kematian, terhambatnya perkembangan motorik dan kognitif. Stunting masih menjadi prioritas masalah kesehatan di Indonesia. Kabupaten Blora merupakan salah satu kabupaten lokus dengan prevalensi stunting tahun 2022 mencapai 25,8%, lebih tinggi dibandingkan prevalensi stunting nasional (21,6%).Tujuan: Kegiatan pengabdian masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang upaya pencegahan stunting melalui stimulasi pijat bayi dan baduta, pengembangan media edukasi dan pengembengan ketrampilan kader dalam upaya cegah stunting.Metode: Metode yang di gunakan dalam kegiatan pengabdian adalah edukasi dan komunikasi, pengembangan media edukasi dan pendidikan dan latihan bagi kader dan ibu balita. Pengembangan dan pembentukan kader kesehatan sebagai fasilitator pencegahan stunting.Hasil Kegiatan: Kegiatan pengabdian masyarakat menghasilkan peningkatan dan kesadaran masyarakat dalam cegah stunting, terbentuk sebanyak 20 fasilitator untuk layanan dan edukasi stimulasi pijat bayi dan baduta dan tersedia medua edukasi yang menarik berupa booklet dan poster upaya pencegahan stunting.Kesimpulan: Cegah stunting itu penting, salah satu upaya pencagahn stunting dengan pemberian intervensi berupa stimulasi sentuh dengan pijat bayi dan baduta. Terbentuk fasilitator stimulasi pijat bayi dan baduta mebrikan akses kemudahan dalam pelayanan stimulasi tumbuh kembang bayi dan balita untuk cegah stunting.
Copyrights © 2024