Latar Belakang: Pemberian informasi mengenai pemberian ASI eksklusif telah banyak dilakukan, akan tetapi tidak semua ibu memberikan ASI eksklusif. Hasil penelitian menunjukkan ibu menyusui memiliki tingkat pengetahuan yang tinggi tentang ASI eksklusif, tetapi kepatuhannya rendah. Dukungan pasangan mempunyai pengaruh penting terhadap keberhasilan ibu dalam memberikan ASI eksklusif.Tujuan: Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan pelatihan kepada para suami untuk meningkatkan pengetahuan tentang ASI Eksklusif.Metode: Pelaksanaan dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu pre-test, pemberian materi melalui ceramah, demontrasi, diskusi interaktif, dan post-test. Media pelatihan berupa Modul Pelatihan Suami SNI (SayaNg Ibu MenyusuI) dan Poster Menjadi Suami SNI (SayaNg Ibu MenyusuI). Peserta adalah para suami di Desa Purworejo, Kecamatan Blora, Kabupaten Blora sebanyak 25 peserta. Materi pelatihan meliputi ASI eksklusif, mitos dan budaya tentang menyusui, konsep Suami SNI (SayaNg Ibu MenyusuI), membangun kepercayaan diri dan memberikan dukungan, teknik menyusui yang benar, meningkatkan produksi ASI, gizi pada ibu menyusui, ASI eksklusif pada ibu bekerja. Evaluasi dilakukan menggunakan kuisioner berupa soal pilihan ganda sebayak 20 soal.Hasil: Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dari rata-rata skor pre-test tingkat pengetahuan (45%) ke post-test (80%). Hal ini menunjukkan bahwa metode Pelatihan Suami SNI (SayaNg Ibu MenyusuI) yang dilakukan efektif dalam meningkatkan pengetahuan responden. Metode penyampaian yang interaktif dan media yang sesuai, turut berkontribusi dalam optimalisasi hasil.Simpulan: Kegiatan Pelatihan Suami SNI (SayaNg Ibu MenyusuI) terbukti efektif meningkatkan pengetahuan pada suami. Program semacam ini perlu dilanjutkan secara berkala dengan melibatkan berbagai pihak seperti bidan desa, kader kesehatan, dan tokoh masyarakat, guna menciptakan lingkungan masyarakat yang mendukung pemberian ASI esklusif.Keyword: Â Coaching, Suami, ASI Eksklusif, Pengetahuan
Copyrights © 2025