Pencegahan pencemaran yang dihasilkan oleh lemari asam di laboratorium dapat menggunakan teknologi wet scrubber. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan efisiensi sistem wet scrubber dalam mengendalikan pencemaran gas NO₂ dan SO₂ yang dihasilkan oleh lemari asam di laboratorium. Fokus utama penelitian adalah menganalisis pengaruh variasi pH larutan penyerap (pH 9, 10, dan 11) terhadap efisiensi sistem dalam mereduksi konsentrasi gas pencemar. Pengukuran dilakukan menggunakan flue gas analyzer dengan teknik sampling elektrokimia untuk memastikan akurasi hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efisiensi penyerapan gas meningkat seiring dengan peningkatan pH larutan penyerap. Pada pH 9, efisiensi penyerapan masing-masing sebesar 81,96% untuk NO₂ dan 80,26% untuk SO₂. Sementara itu, pada pH 11, efisiensi mencapai 93,43% untuk NO₂ dan 94,50% untuk SO₂. Hal ini menegaskan bahwa pH 11 adalah kondisi optimal untuk memaksimalkan kinerja sistem. Penelitian ini juga memberikan rekomendasi perawatan rutin pada sistem, termasuk pengurasan larutan penyerap dan pemantauan instalasi pipa, untuk menjaga efisiensi jangka panjang. Dengan demikian, pengaturan pH larutan penyerap memainkan peran krusial dalam meningkatkan optimasi wet scrubber, sehingga penting dalam upaya pengendalian pencemaran udara di lingkungan laboratorium.
Copyrights © 2025