Abstrak Penelitian ini menganalisis resepsi audiens TikTok terhadap representasi maskulinitas dalam konten dance ibu dan anak di akun @gana_buna yang dinilai “terlalu luwes” oleh sebagian warganet. Dengan metode kualitatif dan teori resepsi Stuart Hall, hasil menunjukkan mayoritas audiens berada pada posisi Dominan Hegemonik, menerima konten sebagai ekspresi diri anak tanpa mengaitkannya dengan identitas gender tertentu. Sebagian kecil audiens menempati posisi Negosiasi dengan tetap mempertahankan nilai tradisional, sementara posisi Oposisional menolak konten karena dianggap tidak sesuai dengan sifat “maskulin.” Temuan ini menegaskan bahwa TikTok berperan dalam mendefinisikan ulang maskulinitas menjadi lebih cair dan menantang stereotip gender tradisional.
Copyrights © 2025