PT Betomix Nusantara Lestari merupakan perusahaan manufaktur yang memproduksi beton instan, dengan fokus utama pada produk Beton K500. Dalam proses produksinya, masih ditemukan defect kemasan luar dan dalam dengan rata-rata sebesar 7,12% pada tahun 2024, melebihi batas toleransi perusahaan sebesar 5%. Penelitian ini bertujuan menurunkan persentase defect kemasan yang berdampak pada efektivitas produksi dan kepuasan pelanggan. Metode yang digunakan adalah Quality Control Circle (QCC) dan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Quality Control Circle (QCC) diterapkan untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan memperbaiki permasalahan produksi. Berdasarkan diagram Pareto, defect kemasan luar menyumbang 80% dari total defect dengan nilai kumulatif 55,9%. Analisis diagram fishbone menunjukkan bahwa penyebab defect berasal dari faktor manusia, mesin, metode, material, dan lingkungan. Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) digunakan untuk merancang penanggulangan dengan menetapkan Risk Priority Number (RPN) berdasarkan faktor Severity, Occurrence, dan Detection. Faktor mesin memiliki RPN tertinggi sebesar 540 dan dikategorikan sebagai risiko tinggi, sehingga direkomendasikan perbaikan sistem. Usulan tindakan perbaikan defect disusun berdasarkan faktor penyebab kegagalan menggunakan metode 5W+1H
Copyrights © 2026