Proses injection molding merupakan salah satu metode utama dalam industri manufaktur plastik yang menuntut tingkat kualitas produk yang tinggi dan konsistensi proses yang stabil. Tingginya tingkat produk cacat pada proses injection molding dapat menyebabkan pemborosan material, peningkatan biaya produksi, serta penurunan efisiensi sistem produksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menurunkan tingkat produk cacat pada komponen plastik melalui pendekatan simulasi sistem produksi. Metode penelitian yang digunakan adalah simulasi sistem berbasis pendekatan kuantitatif dengan memodelkan alur produksi injection molding sesuai dengan kondisi aktual di lapangan. Data diperoleh melalui observasi langsung, pengukuran waktu proses, serta data historis produksi dan kualitas. Model simulasi dikembangkan, diverifikasi, dan divalidasi sebelum dilakukan eksperimen dengan beberapa skenario perbaikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan skenario perbaikan berupa penyesuaian waktu siklus, pengaturan aliran material, dan keseimbangan beban kerja mesin mampu menurunkan tingkat produk cacat dari 6,8% menjadi 3,9%, serta meningkatkan output dan utilisasi mesin. Penelitian ini membuktikan bahwa simulasi sistem produksi dapat digunakan sebagai alat bantu pengambilan keputusan yang efektif dalam pengendalian kualitas dan peningkatan kinerja proses injection molding secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026