Konsumsi makanan dan minuman kemasan di Indonesia telah meningkat secara signifikan, menyebabkan lonjakan limbah kemasan aluminium, khususnya tutup kemasan kaleng (can pull tabs), yang sering kali terabaikan dalam rantai daur ulang konvensional. Kondisi ini menuntut adanya solusi kreatif untuk mengubah limbah tersebut menjadi sumber daya bernilai. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, yang merupakan bagian dari Program Inovasi Seni Nusantara (PISN) tahun 2025, bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kreatif Lembaga Seni Manikam Khatulistiwa Bandung. Tujuan khususnya adalah mengembangkan "unusual accessories" atau aksesori tidak biasa untuk seni pertunjukan melalui upaya upcycling tutup kaleng aluminium yang dipadukan dengan material alami seperti kain perca batik. Metode yang digunakan adalah Participatory Action dan Practice-Based Design, yang melibatkan mitra secara aktif dalam tahapan observasi, penyuluhan, eksplorasi material, pendampingan desain, hingga evaluasi. Kegiatan dilaksanakan di Laboratorium Kreatif Kriya Tekstil dan Fashion, Universitas Muhammadiyah Bandung. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman peserta mengenai konsep upcycling dan desain berkelanjutan. Workshop ini berhasil menghasilkan sepuluh prototipe aksesori pertunjukan, termasuk kalung, iket kepala, hiasan tubuh (body adornment), dan strap gitar, yang memiliki nilai estetis, kekuatan struktur, dan fungsi panggung. Produk-produk ini telah diimplementasikan secara langsung dalam pertunjukan musikalisasi puisi di Perpustakaan Ajip Rosidi, Bandung, dan memberikan dampak visual yang kuat serta respons positif dari audiens. Kesimpulannya, pendekatan upcycling terbukti efektif sebagai solusi inovatif dan edukatif dalam pengembangan aksesori pertunjukan yang kontekstual dan ramah lingkungan, serta berkontribusi pada penguatan praktik desain berkelanjutan dan pemberdayaan komunitas seni dalam memanfaatkan limbah.
Copyrights © 2026