Stunting is a health problem that not only inhibits physical growth but also affects children’s quality of life. Beyond nutrition, parenting styles play a key role in shaping children’s well-being, especially during the golden period of development. This study aimed to analyze the relationship between parenting style and the quality of life of stunted children aged 2–5 years old in Kediri City. An analytic observational study with a cross-sectional design was conducted on 30 parents of stunted children selected using purposive sampling. Parenting style was measured using a questionnaire, while quality of life was measured with the WHOQOL-BREF instrument. Data were analyzed using the Chi-square test with a significance level of α = 0.05. The results showed that 60% of parents applied poor parenting, and 66.7% of stunted children had a low quality of life. Cross-tabulation revealed that children with parents practicing poor parenting were more likely to have low quality of life, while most children with good parenting experienced better quality of life. Chi-square test results indicated a significant relationship (χ² = 6.412; p = 0.011). Good parenting can improve children’s quality of life even with stunting. Healthcare workers are expected to provide education on parenting style to support the quality of life for stunted children. ABSTRAK Stunting merupakan masalah kesehatan yang tidak hanya menghambat pertumbuhan fisik tetapi juga memengaruhi kualitas hidup anak. Selain gizi, pola asuh berperan penting dalam membentuk kesejahteraan anak, terutama pada periode emas perkembangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pola asuh dan kualitas hidup anak stunting usia 2–5 tahun di Kota Kediri. Desain penelitian ini adalah analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Dengan tehnik purposive sampling didapatkan responden 30 orang tua anak stunting. Variabel pola asuh diukur menggunakan kuesioner, sedangkan kualitas hidup diukur dengan instrumen WHOQOL-BREF. Data dianalisis menggunakan uji Chi-square dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 60% orang tua menerapkan pola asuh kurang baik, dan 66,7% anak stunting memiliki kualitas hidup yang rendah. Tabulasi silang menunjukkan bahwa anak-anak dengan pola asuh kurang baik cenderung memiliki kualitas hidup yang rendah, sementara sebagian besar anak dengan pola asuh yang baik memiliki kualitas hidup yang lebih baik. Hasil uji chi-square menunjukkan hubungan yang signifikan (χ² = 6,412; p = 0,011). Pola asuh yang baik dapat meningkatkan kualitas hidup anak, bahkan pada anak dengan stunting. Tenaga kesehatan diharapkan memberikan edukasi tentang pola asuh untuk mendukung kualitas hidup anak stunting.
Copyrights © 2026