Permasalahan utama dalam pembelajaran Fiqih di MAN 19 Jakarta Selatan adalah rendahnya keaktifan dan hasil belajar siswa karena dominasi metode ceramah. Solusi yang ditawarkan adalah penerapan model Group Investigation (GI) melalui pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) pada materi makanan dan minuman halal dan haram. Pembahasan menunjukkan bahwa penerapan GI terbukti efektif mengalihkan pembelajaran menjadi berpusat pada siswa, meningkatkan keterlibatan aktif, dan mencapai peningkatan signifikan pada rata-rata nilai dan ketuntasan belajar kognitif siswa dari pra-siklus hingga Siklus II. Disimpulkan bahwa GI merupakan strategi yang relevan dan efektif untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar Fiqih secara kolaboratif dan kontekstual.
Copyrights © 2026