Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penerapan strategi debat aktif dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa pada pembelajaran sejarah, khususnya materi Kolonialisme dan Imperialisme di kelas XI-E MAN 19 Jakarta. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada rendahnya keterampilan berpikir kritis siswa akibat dominasi pembelajaran konvensional yang berpusat pada guru dan menekankan hafalan faktual. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi implementatif pembelajaran. Subjek penelitian terdiri atas 34 siswa kelas XI-E, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi partisipatif, penilaian unjuk kerja debat menggunakan rubrik berpikir kritis, serta dokumentasi pembelajaran. Implementasi strategi debat aktif dilakukan melalui tahapan persiapan mosi debat, pembagian kelompok pro dan kontra, pelaksanaan debat, serta refleksi dan evaluasi pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan strategi debat aktif mampu meningkatkan keterlibatan siswa secara signifikan, baik dalam aspek kognitif, afektif, maupun sosial. Siswa menunjukkan peningkatan kemampuan menganalisis peristiwa sejarah, menyusun dan mempertahankan argumen berbasis bukti, serta mengevaluasi dampak kolonialisme secara kritis. Peningkatan keterampilan berpikir kritis ini juga tercermin dari kenaikan hasil belajar kognitif siswa secara merata di seluruh kelompok. Selain itu, suasana pembelajaran menjadi lebih dinamis, dialogis, dan kondusif bagi pengembangan pemikiran reflektif. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa strategi debat aktif merupakan pendekatan pembelajaran yang efektif dan relevan untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis dalam pembelajaran sejarah. Oleh karena itu, disarankan agar guru sejarah mengintegrasikan strategi debat aktif secara berkelanjutan serta mengembangkannya pada materi sejarah lain guna menciptakan pembelajaran yang lebih bermakna dan berorientasi pada keterampilan abad ke-21.
Copyrights © 2026