Pemikiran aqidah Maturidiyah merupakan salah satu pilar penting dalam pembentukan teologi Ahlussunnah wal Jama’ah yang menekankan keseimbangan antara wahyu (naql) dan akal (ra’yu). Aliran ini dirintis oleh Abu Mansur al-Maturidi sebagai respons terhadap dua kecenderungan ekstrem dalam teologi Islam, yaitu rasionalisme Mu’tazilah dan tekstualisme Ahl al-Hadits. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pokok-pokok ajaran teologi Maturidiyah serta relevansinya dalam konteks kehidupan keislaman kontemporer. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research) dan analisis teologis terhadap karya-karya al-Maturidi dan literatur terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teologi Maturidiyah menempatkan akal sebagai instrumen penting dalam mengenal Tuhan dan nilai moral dasar, namun tetap menegaskan wahyu sebagai sumber kebenaran tertinggi dan penentu kewajiban syariat. Karakter moderat dan rasional dari pemikiran Maturidiyah menjadikannya relevan sebagai landasan teologis dalam menghadapi tantangan modernitas, pluralisme, dan perkembangan ilmu pengetahuan, sekaligus memperkuat identitas dan moderasi Islam Ahlussunnah wal Jama’ah.
Copyrights © 2026