Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perlawanan batin yang terdapat dalam novel bertema konflik Aceh dan realitas dalam masyarakat pascadamai. Penelitian mengkaji perlawanan batin yang dilakukan oleh tokoh dalam novel saat konflik Aceh dan realitas yang terjadi pascadamai. Penelitian ini mengkaji kata, frasa, kalimat dan paragraf yang mengandung perihal perlawanan batin di dalam novel Kabut Perang dan realitas di Aceh pascadamai. Hasil penelitian menyatakan bahwa novel kabut perang memiliki perlawanan batin di dalam watak tokoh dan peristiwa di dalamnya. Adapun perlawanan batin yang ditemukan dalam novel kabut perang adalah (1) gejolak hati, (2) memendam suatu masalah, (3) dendam, (4) menyebarkan ideologi, (5) menolak berdamai, (6) pertentangan moral, (7) menebar kebencian, (8) goyahnya keyakinan, (9) rasa bersalah, (10) bimbang pada perjuangan, (11) kesetiaan dan pengkhianatan, (12) kekuatan hati, dan (13) tidak mau patuh. Bentuk perlawanan batin tersebut muncul dari sosiologi pengarang dan realitas yang terjadi dalam masyarakat. Pascadamai, perlawanan batin tersebut sudah mulai diungkapkan secara nyata. Masyarakat dan mantan kombatan mulai berani untuk mengkritisi perihal kekarasan masa konflik, penderitaaan, dan kepemimpinan mantan kombatan GAM di Aceh secara realita.
Copyrights © 2025