Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi praktik pengungkapan laporan keuangan berbasis sustainability reporting pada perusahaan manufaktur go public di Indonesia serta mengidentifikasi kesesuaiannya dengan standar GRI. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan protokol PRISMA melalui analisis literatur ilmiah yang diterbitkan pada 2019–2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik pengungkapan keberlanjutan masih bersifat heterogen dan didominasi perusahaan berskala besar. Pengungkapan lebih banyak berfokus pada aspek sosial dan ekonomi dibandingkan lingkungan. Tingkat kesesuaian dengan standar GRI masih rendah, ditandai empat kesenjangan utama yakni kelengkapan, konsistensi, verifikasi eksternal, dan integrasi pelaporan. Faktor ukuran perusahaan, profitabilitas, kepemilikan institusional, dan tekanan regulasi terbukti memengaruhi kualitas pengungkapan. Penelitian ini merekomendasikan penguatan regulasi OJK, penerapan mandatory assurance, dan adopsi integrated reporting untuk meningkatkan kualitas sustainability disclosure di sektor manufaktur Indonesia.
Copyrights © 2024