Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pelatihan Bekam: Strategi Membangun Ekonomi Mandiri Berbasis Kearifan Lokal Sofa, Devi Maya; Agus; Salsa Ardana Anggraini; Arisandi, Kirana; Putri, Rizka Yunita Dwi; Putri, Yuliana Adinda; Dianita, Anggraini
Nusantara Community Empowerment Review Vol. 4 No. 1 (2026): Nusantara Community Empowerment Review
Publisher : LPPM UNUSIDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55732/ff0mjd52

Abstract

Program pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan bekam merupakan upaya strategis dalam membangun ekonomi mandiri berbasis kearifan lokal yang dilaksanakan oleh mahasiswa pengabdi Universitas Teknologi Surabaya kepada ibu-ibu PKK RW 06 Dusun Gedel, Kelurahan Karangpoh, Surabaya. Tujuan program adalah mengintegrasikan pelestarian kearifan lokal dengan pengembangan keterampilan kewirausahaan untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat. Metode Service Learning digunakan dengan melibatkan 30 peserta yang dipilih secara purposive sampling, melalui tahapan persiapan, pelatihan teori, dan praktik langsung. Hasil program menunjukkan tingkat pemahaman teori mencapai 85%, kemampuan praktik 90%, dan peningkatan pengetahuan sebesar 70% berdasarkan pre-test dan post-test. Aspek kewirausahaan menunjukkan 80% peserta tertarik mengembangkan usaha bekam dengan potensi pendapatan Rp 1.500.000 - Rp 3.000.000 per bulan menggunakan modal awal relatif kecil. Program ini berhasil menciptakan model pemberdayaan berkelanjutan yang mengintegrasikan nilai tradisional dengan pendekatan bisnis modern, berkontribusi pada pelestarian budaya, penyediaan layanan kesehatan alternatif, dan menciptakan multiplier effect ekonomi di masyarakat. The community empowerment programme through cupping training is a strategic effort in building an independent economy based on local wisdom implemented by KKN students at Surabaya University of Technology to PKK RW 06 Dusun Gedel, Karangpoh Village, Surabaya. The programme aims to integrate the preservation of local wisdom with the development of entrepreneurial skills to improve the economic welfare of the community. The Service-Learning method was used by involving 30 participants selected by purposive sampling, through the stages of preparation, theoretical training, and hands-on practice. The results of the program showed that the level of theoretical understanding reached 85%, practical skills 90%, and an increase in knowledge of 70% based on pre-test and post-test. The entrepreneurial aspect showed that 80% of participants were interested in developing a cupping business with a potential income of IDR 1,500,000 - IDR 3,000,000 per month using a relatively small initial capital. The programme succeeded in creating a sustainable empowerment model that integrates traditional values with modern business approaches, contributes to cultural preservation, provides alternative health services, and creates economic multiplier effects in the community.
Eksplorasi Praktik Pengungkapan Laporan Keuangan Berbasis Sustainability Reporting pada Perusahaan Manufaktur Go Public Salsa Ardana Anggraini; Devi Maya Sofa
JURASIMA Vol. 2 No. 2 (2024): JURASIMA: Journal of Entrepreneurship, Accountancy, Economy and Management (Agu
Publisher : Universitas Teknologi Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi praktik pengungkapan laporan keuangan berbasis sustainability reporting pada perusahaan manufaktur go public di Indonesia serta mengidentifikasi kesesuaiannya dengan standar GRI. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan protokol PRISMA melalui analisis literatur ilmiah yang diterbitkan pada 2019–2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik pengungkapan keberlanjutan masih bersifat heterogen dan didominasi perusahaan berskala besar. Pengungkapan lebih banyak berfokus pada aspek sosial dan ekonomi dibandingkan lingkungan. Tingkat kesesuaian dengan standar GRI masih rendah, ditandai empat kesenjangan utama yakni kelengkapan, konsistensi, verifikasi eksternal, dan integrasi pelaporan. Faktor ukuran perusahaan, profitabilitas, kepemilikan institusional, dan tekanan regulasi terbukti memengaruhi kualitas pengungkapan. Penelitian ini merekomendasikan penguatan regulasi OJK, penerapan mandatory assurance, dan adopsi integrated reporting untuk meningkatkan kualitas sustainability disclosure di sektor manufaktur Indonesia.