Pemerintah mengeluarkan kebijakan penawaran konsesi tambang batubara kepada ormas keagamaan yang sempat memicu polemik publik. Beberapa organisasi menyatakan penerimaan, sementara beberapa lainnya menolak kebijakan tersebut dengan berbagai alasan. Setelah mengalami dinamika pro dan kontra di internalnya, Muhammadiyah akhirnya memutuskan untuk menerima tawaran pemerintah. Keputusan ini berpotensi memengaruhi citra Muhammadiyah di mata publik, khususnya di kalangan kelompok yang menentang kebijakan tersebut. Akibatnya, strategi komunikasi diterapkan untuk mengurangi potensi persepsi negatif saat keputusan resmi diumumkan melalui konferensi pers dan doorstop interview setelah rapat Konsolidasi Nasional Muhammadiyah 2024 di Yogyakarta. Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi komunikasi Muhammadiyah terkait penerimaan konsesi pertambangan batubara dari perspektif Teori Perbaikan Citra. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan penelitian kepustakaan. Temuan menunjukkan bahwa Muhammadiyah menerapkan beberapa strategi perbaikan citra, yang mencakup denial strategy melalui taktik simple denial, evade responsibility strategy melalui taktik good intention, dan reduce offensiveness strategy melalui taktik minimization, differentiation, dan transendence. Beberapa strategi dan taktik ini diharapkan dapat memberikan pembelajaran berharga bagi organisasi dakwah dalam mengkomunikasikan posisi atau kebijakan resmi yang dipandang sensitif bagi publik.
Copyrights © 2026