In construction implementation, effective management of cost, time, and resources is crucial to avoid the risk of project failure. Many problems encountered in construction projects stem from discrepancies between actual execution and initial planning, as well as a lack of accuracy in cost estimation during the planning phase, which can lead to budget overruns and scheduling deviations. This study aims to evaluate project performance using the Earned Value Concept (EVC) by assessing the ongoing work performance to provide a comprehensive overview of project efficiency. The research employs a descriptive quantitative method with an analytical approach to weekly project progress data collected at weeks 20, 23, 25, 27, and 30. The results indicate that the project experienced delays, as reflected by the Schedule Performance Index (SPI) consistently remaining below 1 and negative Schedule Variance (SV) values. Cost efficiency was initially achieved with a Cost Performance Index (CPI) of 1.23 in the early phase, but declined to 0.88 by week 30 due to increased actual costs. Based on estimation, the project is expected to be completed in 38 weeks, exceeding the original plan of 35 weeks, with a total projected cost of IDR 22,436,134,730.24, which is lower than the original budget of IDR 25,001,696,716.00 ABSTRAK (Bahasa Indonesia) Dalam Pelaksanaan konstruksi manajemen terhadap biaya, waktu, dan sumber daya sangat penting, untuk menghindari risiko kegagalan dalam pelaksanaan konstruksi. Banyak permasalahaan dalam pelaksanaan proyek konstruksi yang disebabkan karena ketidaksesuaian pelaksanaan dengan rencana, serta kurang ketelitian perhitungan biaya dalam tahap perencanaan yang dapat mengakibatkan pembengkakan biaya, selain itu ketidaksesuaian waktu yang direncanakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kinerja proyek dengan pendekatan earned value concept dengan menilai kinerja pekerjaan yang sedang berlangsung sehingga dapat diperoleh gambaran mengenai evaluasi kinerja proyek. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif, dengan pendekatan analitis terhadap data progres mingguan proyek pada minggu ke-20, 23, 25, 27, dan 30. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proyek mengalami keterlambatan, tercermin dari nilai SPI yang selalu di bawah 1 dan SV yang bernilai negatif. Efisiensi biaya sempat tercapai pada awal pelaksanaan dengan CPI sebesar 1,23, namun menurun hingga 0,88 pada minggu ke-30 akibat peningkatan biaya aktual. Berdasarkan estimasi, proyek diperkirakan selesai dalam 38 minggu dari rencana awal 35 minggu, dengan total biaya penyelesaian sebesar Rp22.436.134.730,24, lebih rendah dari anggaran awal Rp25.001.696.716,00.
Copyrights © 2026