Penuaan kulit merupakan proses biologis kompleks akibat kombinasi faktor intrinsik dan ekstrinsik, terutama paparan sinar matahari (photoaging), yang berkontribusi terhadap lebih dari 90% tanda penuaan dini. Proses ini ditandai oleh peningkatan reactive oxygen species (ROS), kerusakan kolagen, pemendekan telomer, glikasi protein, dan disorganisasi jaringan elastis. Bengkuang (Pachyrhizus erosus) adalah tanaman tropis yang kaya vitamin C, flavonoid dan isoflavonoid (daidzein, genistin) dan pterocarpan yang berpotensi sebagai agen anti-penuaan alami. Artikel ini meninjau kandungan nutrisi dan fitokimia bengkuang serta aktivitas antioksidan dan anti-penuaan pada ekstrak umbi dan kulit bengkuang berdasarkan studi in vitro, in vivo, dan aplikasi topikal. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui potensi bengkuang (Pachyrhizus erosus) sebagai sumber antioksidan alami dalam pencegahan penuaan kulit. Jurnal di identifikasi melalui database ScienceDirect, PubMed, Google Scholar, MDPI, dan Springer (2010-2025). Jurnal kemudian disaring berdasarkan kata kunci: Pachyrhizus erosus, bengkuang, antioksidan, anti-aging, tyrosinase,kolagen. Data disintesis secara deskriptif melalui tabel komparatif nilai IC50 dan dievaluasi berdasarkan relevansinya terhadap mekanisme penuaan kulit. Analisis menunjukkan bahwa ekstrak etanol kulit bengkuang memiliki aktivitas antioksidan paling kuat dibandingkan ekstrak umbi serta mampu menghambat enzim tirosinase. Studi topikal menunjukkan bahwa masker pasta bengkuang mampu mengurangi keriput, sementara formulasi peel-off gel meningkatkan perlindungan antioksidan. Dengan demikian, bengkuang, khususnya bagian kulit, berpotensi dikembangkan sebagai bahan aktif sediaan kosmetika anti-penuaan melalui mekanisme penangkalan ROS, penghambatan tirosinase, serta perlindungan struktur kolagen dan elastin.
Copyrights © 2026