Komunikasi kelompok dalam proses pengambilan keputusan semakin menjadi perhatian utama dalam kajian komunikasi kontemporer, terutama dalam konteks keberagaman budaya dan meningkatnya kompleksitas relasi sosial. Pengambilan keputusan kolektif tidak dapat dipahami semata-mata sebagai hasil pertukaran argumen rasional, melainkan sebagai produk dari proses komunikasi yang melibatkan negosiasi makna, relasi kekuasaan, serta konstruksi identitas budaya di antara anggota kelompok. Penelitian ini bertujuan menganalisis secara kritis peran dinamika budaya dalam membentuk praktik komunikasi kelompok serta implikasinya terhadap legitimasi dan keberterimaan keputusan yang dihasilkan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain literature review naratif interpretatif terhadap publikasi ilmiah bereputasi yang terbit pada periode 2020–2025. Analisis data dilakukan melalui teknik analisis tematik untuk mengidentifikasi pola konseptual, kecenderungan teoretis, serta temuan empiris utama yang relevan dengan komunikasi kelompok dan pengambilan keputusan. Hasil kajian menunjukkan bahwa budaya berfungsi sebagai kerangka makna aktif yang memengaruhi pola partisipasi, cara mengekspresikan perbedaan pendapat, serta proses pembentukan konsensus dalam kelompok. Selain itu, relasi kekuasaan terbukti membentuk partisipasi yang tidak simetris, sehingga memengaruhi arah dan hasil keputusan. Konflik komunikatif juga muncul sebagai bagian integral dari proses pengambilan keputusan dan berperan sebagai ruang produksi makna serta pembelajaran sosial. Secara teoretis, penelitian ini menegaskan bahwa rasionalitas dalam pengambilan keputusan bersifat kontekstual dan kultural. Secara praktis, temuan ini relevan bagi pengembangan kebijakan partisipatif, pendidikan komunikasi lintas budaya, serta perancangan proses fasilitasi dialog kelompok yang lebih inklusif dan reflektif.
Copyrights © 2026