Era transformasi digital telah mengubah lanskap kewirausahaan secara fundamental, memunculkan fenomena digital entrepreneurship yang menjadi kunci daya saing UMKM di Indonesia. Penelitian ini mengkaji implementasi kewirausahaan digital pada UMKM Indonesia, meliputi transformasi model bisnis, strategi pemasaran digital, dan dampaknya terhadap kinerja bisnis. Indonesia saat ini memiliki lebih dari 64 juta unit UMKM yang berkontribusi sekitar 61% terhadap PDB nasional, namun mayoritas masih menghadapi tantangan serius dalam adaptasi teknologi digital. Menggunakan metode mixed methods dengan pendekatan kuantitatif melalui survei terhadap 150 pelaku UMKM di Jawa Barat dan kualitatif melalui wawancara mendalam terhadap 15 informan terpilih, penelitian ini mengidentifikasi faktor-faktor kunci keberhasilan digital entrepreneurship. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 78% UMKM yang mengadopsi strategi digital marketing melalui media sosial dan e-commerce mengalami peningkatan penjualan rata-rata 45% dalam 6 bulan pertama. Adopsi teknologi digital secara komprehensif mencakup penggunaan media sosial (Instagram, Facebook, TikTok), platform e-commerce (Shopee, Tokopedia, TikTok Shop), dan digital payment systems. Analisis regresi berganda mengonfirmasi bahwa brand awareness meningkat 73%, jangkauan pasar 68%, dan customer engagement 52% pascaimplementasi digital entrepreneurship. Penelitian ini menemukan bahwa literasi digital, dukungan ekosistem, dan mindset entrepreneurial menjadi determinan utama kesuksesan transformasi digital UMKM. Model pentahelix (pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas, media) terbukti efektif dalam mendorong adopsi digital entrepreneurship secara kolaboratif. Implikasi praktis mencakup framework implementasi digital entrepreneurship yang dapat diadopsi UMKM dengan sumber daya terbatas, serta rekomendasi kebijakan strategis untuk mempercepat transformasi digital UMKM Indonesia menuju ekosistem ekonomi digital yang inklusif dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026