Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implikasi penyaluran zakat produktif terhadap peningkatan kesejahteraan mustahik di BAZNAS Kabupaten Sijunjung dalam dimensi ekonomi, sosial, dan psikologis, serta mengkaji peran kelembagaan dalam mendukung keberlanjutan program. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada masih rendahnya proporsi alokasi zakat produktif serta belum optimalnya dampak pemberdayaan terhadap kemandirian mustahik. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan desain deskriptif-analitis. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi yang melibatkan pengelola BAZNAS, amil, serta mustahik penerima zakat produktif. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan pengujian keabsahan melalui triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyaluran zakat produktif memberikan implikasi positif terhadap kesejahteraan mustahik, terutama dalam bentuk peningkatan pendapatan, pemenuhan kebutuhan dasar, serta peningkatan motivasi dan kepercayaan diri dalam berusaha. Namun demikian, implikasi tersebut belum sepenuhnya optimal dan berkelanjutan karena sebagian mustahik masih menghadapi keterbatasan modal lanjutan, rendahnya literasi usaha, dan belum optimalnya sistem pendampingan. Keberlanjutan dampak zakat produktif sangat dipengaruhi oleh kualitas pendampingan pasca-penyaluran, kesesuaian program dengan potensi mustahik, serta kapasitas sumber daya insani amil dalam menjalankan fungsi perencanaan, pendampingan, dan monitoring, sehingga penguatan tata kelola program dan peningkatan kapasitas kelembagaan BAZNAS menjadi prasyarat penting untuk mewujudkan kemandirian mustahik secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026