Bullying merupakan bentuk kekerasan yang masih sering terjadi di lingkungan sekolah dan dapat menimbulkan dampak negatif yang serius bagi korban, seperti menurunnya kepercayaan diri, gangguan emosional, kecemasan, rasa takut untuk bersekolah, hingga penurunan prestasi akademik. Jika tidak ditangani secara tepat, bullying juga berpotensi memengaruhi perkembangan sosial dan psikologis siswa dalam jangka panjang. Oleh karena itu, diperlukan upaya pencegahan yang dilakukan secara berkelanjutan melalui peningkatan pengetahuan serta pembentukan sikap positif siswa terhadap perilaku anti-bullying. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan dan sikap siswa dengan upaya pencegahan kekerasan bullying di SMP Negeri 14 Palu. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain analitik cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 62 siswa kelas VII yang dipilih dari total 154 siswa melalui teknik proportional stratified random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square untuk mengetahui hubungan antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan upaya pencegahan bullying (p = 0,04), serta antara sikap siswa dengan upaya pencegahan bullying (p = 0,027). Temuan ini menunjukkan bahwa semakin baik pengetahuan dan semakin positif sikap siswa, maka semakin kuat pula perilaku pencegahan yang ditunjukkan. Penelitian ini diharapkan menjadi dasar bagi sekolah dalam merancang program edukasi dan pembinaan karakter yang lebih efektif dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026