Masa remaja merupakan periode transisi yang ditandai dengan rasa ingin tahu yang tinggi terhadap seksualitas sehingga memerlukan pengetahuan yang tepat untuk mencegah perilaku berisiko. Perkembangan teknologi informasi dan tingginya penggunaan media sosial menyebabkan remaja mudah terpapar berbagai informasi seksual yang belum tentu akurat serta berpotensi menimbulkan mispersepsi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara intensitas penggunaan media sosial dengan pengetahuan tentang seks bebas pada siswa kelas X SMA Negeri 6 Pekanbaru. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 103 siswa yang dipilih melalui teknik stratified random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Spearman Rank dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata usia responden 15,45 tahun (SD = 0,500) dengan mayoritas berjenis kelamin perempuan (67%). Intensitas penggunaan media sosial sebagian besar berada pada kategori sedang hingga tinggi, sementara tingkat pengetahuan tentang seks bebas berada pada kategori cukup hingga baik. Hasil analisis bivariat menunjukkan p-value = 0,000 (p < 0,05) dengan kekuatan korelasi sedang dan arah positif. Artinya, semakin tinggi intensitas penggunaan media sosial maka semakin tinggi pula tingkat pengetahuan siswa mengenai seks bebas. Disimpulkan bahwa media sosial memiliki peran dalam membentuk pengetahuan remaja, sehingga diperlukan penguatan literasi digital dan pendidikan seksualitas yang komprehensif, terarah, dan berkelanjutan di lingkungan sekolah maupun keluarga.
Copyrights © 2026