Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PEMBINAAN MASYARAKAT DESA SIMPANG PETAI MELALUI PEMBERDAYAAN SANITASI LINGKUNGAN: sanitasi lingkungan Wulandari, Cahya; Riska, Eka; Malaika, Shera; Krisdayanti; Rahayu, Tasya; Agustin, Marsya
JURNAL ABDIMAS DOSMA (JAD) Vol. 3 No. 2 (2024): JUNI
Publisher : IKATAN ALUMNI DOSEN MAGANG KEMENRISTEKDIKTI TAHUN ANGKATAN 2017

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70522/jad.v3i2.60

Abstract

The development of an area usually begins with improving public health. With healthy conditions, people will be able to carry out all activities well. The aim of this activity is to improve environmental sanitation and health in the Simpang Petai village community. With better sanitation and environmental health conditions, it is hoped that the community development program will be achieved. To find out the efforts of the government and local communities in dealing with sanitation problems in their environment. Community empowerment through environmental sanitation programs can involve education, active participation in waste management, and the construction of environmentally friendly sanitation facilities.
Hubungan Intensitas Penggunaan Media Sosial Dengan Pengetahuan Tentang Seks Bebas Pada Remaja Kelas X SMAN 6 Pekanbaru Agustin, Marsya; Puswati, Desti; Putri, Veni Dayu; Adelia, Gita
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6965

Abstract

Masa remaja merupakan periode transisi yang ditandai dengan rasa ingin tahu yang tinggi terhadap seksualitas sehingga memerlukan pengetahuan yang tepat untuk mencegah perilaku berisiko. Perkembangan teknologi informasi dan tingginya penggunaan media sosial menyebabkan remaja mudah terpapar berbagai informasi seksual yang belum tentu akurat serta berpotensi menimbulkan mispersepsi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara intensitas penggunaan media sosial dengan pengetahuan tentang seks bebas pada siswa kelas X SMA Negeri 6 Pekanbaru. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 103 siswa yang dipilih melalui teknik stratified random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Spearman Rank dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata usia responden 15,45 tahun (SD = 0,500) dengan mayoritas berjenis kelamin perempuan (67%). Intensitas penggunaan media sosial sebagian besar berada pada kategori sedang hingga tinggi, sementara tingkat pengetahuan tentang seks bebas berada pada kategori cukup hingga baik. Hasil analisis bivariat menunjukkan p-value = 0,000 (p < 0,05) dengan kekuatan korelasi sedang dan arah positif. Artinya, semakin tinggi intensitas penggunaan media sosial maka semakin tinggi pula tingkat pengetahuan siswa mengenai seks bebas. Disimpulkan bahwa media sosial memiliki peran dalam membentuk pengetahuan remaja, sehingga diperlukan penguatan literasi digital dan pendidikan seksualitas yang komprehensif, terarah, dan berkelanjutan di lingkungan sekolah maupun keluarga.