Anemia pada remaja putri masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Anemia pada remaja dapat berdampak pada penurunan konsentrasi belajar dan prestasi akademik, serta kualitas kesehatan jangka panjang, termasuk kesehatan reproduksi di masa dewasa. Pemerintah telah melaksanakan program pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) melalui sekolah dengan mekanisme distribusi satu tablet per minggu sepanjang tahun. Keberhasilan program ini sangat bergantung pada tingkat kepatuhan remaja dalam mengonsumsinya, yang hingga kini masih tergolong belum optimal. Rendahnya kepatuhan dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik dari individu maupun lingkungan sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pengetahuan dengan kepatuhan remaja putri dalam mengonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) di SMP Negeri 12 Kota Pekanbaru. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain korelasi dan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah remaja putri, dengan jumlah sampel dalam sebanyak 120 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner pengetahuan dan kuesioner kepatuhan konsumsi TTD. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil univariat menunjukkan 52,5% responden patuh mengonsumsi TTD dan responden yang memiliki pengetahuan tinggi sebanyak 51,7%. Hasil bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan kepatuhan remaja dalam mengonsumsi TTD (p = 0,006; OR: 2,7). Remaja dengan tingkat pengetahuan yang baik cenderung lebih patuh dibandingkan remaja dengan pengetahuan rendah. Pengetahuan yang memadai membantu remaja memahami dampak anemia dan manfaat konsumsi TTD, sehingga mendorong terbentuknya perilaku kepatuhan. Diperlukan adanya upaya peningkatan promosi kesehatan serta penguatan peran lingkungan sekolah untuk meningkatkan kepatuhan konsumsi tablet Fe pada remaja.
Copyrights © 2026