Perkembangan sepak bola wanita di Indonesia mengalami peningkatan signifikan dalam satu dekade terakhir, ditandai oleh bertambahnya partisipasi atlet serta meningkatnya perhatian publik terhadap kompetisi nasional dan internasional. Di Kota Makassar, pertumbuhan atlet wanita pada tingkat akar rumput hingga kompetitif menunjukkan potensi pembinaan yang kuat, namun belum diimbangi oleh ketersediaan infrastruktur pelatihan yang dirancang secara spesifik untuk kebutuhan perempuan. Fasilitas olahraga yang ada masih didominasi pendekatan male-centric, sehingga aspek privasi, keamanan, kenyamanan psikologis, dan kebutuhan biologis atlet wanita belum terakomodasi secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan ruang dan merumuskan konsep perancangan Pusat Pelatihan Sepak Bola Wanita di Kota Makassar melalui pendekatan kualitatif-deskriptif berbasis architectural programming. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi fasilitas eksisting, wawancara terhadap atlet dan pelatih, serta analisis standar teknis FIFA yang diintegrasikan dengan prinsip Gender-Responsive Design. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perancangan pusat pelatihan memerlukan konfigurasi tiga zona utama, yaitu zona performa (high-performance training), zona privat dan sanitasi, serta zona hunian-sosial yang terintegrasi dalam sistem zonasi berlapis. Penyediaan ruang ganti tertutup individual, fasilitas kebugaran dan biomekanika, serta sistem kontrol akses terpadu menjadi elemen kunci dalam mendukung performa atlet sekaligus menjamin keamanan dan privasi. Temuan ini menegaskan pentingnya pendekatan integratif dalam perancangan fasilitas olahraga wanita yang kontekstual dan berbasis kebutuhan pengguna.
Copyrights © 2026