Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PEMBUATAN VERTICAL – HORIZONTAL GARDEN PADA KAWASAN PERMUKIMAN PADAT RW 005 KELURAHAN BANTA-BANTAENG, KECAMATAN RAPPOCINI KOTA MAKASSAR Nashrah Arsyad; Juhana Said
Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024 Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) 2020
Publisher : Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketersediaan taman pada suatu permukiman memberikan gambaran akan kualitas lingkungan pada kawasan tersebut. Demikian halnya dengan Kawasan permukiman padat di RW 005 Kelurahan Banta-bantaeng Kecamatan Rappocini Kota Makassar yang memperlihatkan suatu Kawasan yang kumuh dan jauh dari kondisi peermukiman yang sehat. Tujuan dan target yang ingin dicapai dalam pelaksanaan program PKM ini adalah 1). Pembuatan Area Hijau sebagai upaya untuk mendukung program Longgar (Lorong Garden), 2) meningkatkan kualitas lingkungan permukiman padat, 3). Memberikan edukasi dan penyuluhan tentang Ruang Terbuka Hijau dengan melibatkan masyarakat pada kawasan permukiman dalam pembuatan vertical horizontal garden guna mewujudkan kawasan permukiman hijau, 4). Peningkatan pengetahuan dan kesadaran tentang lingkungan yang sehat dan indah yang dapat berpengaruh pada kehidupan sosial, budaya dan ekonomi masyarakat. Metode yang dipakai adalah metode pendekatan partisipatif dengan metode diskusi dan pelibatan langsung dalam pembuatan vertical-horizontal garden untuk meningkatkan pengetahuan dalam membuat, menata dan memanfaatkan Ruang Terbuka serta pengetahuan tentang pemanfaatan pekarangan dan Lorong/gang sebagai area hijau. Setelah mengikuti kegiatan pelatihan dan edukasi, para peserta sudah memahami cara memanfaatkan ruang-ruang sempit di lorong/gang yang ada di depan rumah mereka dengan membuat vertical garden. 
Analisis Kebutuhan Sarana Produksi Pada Sentra Kerajinan Anyaman Daun dan Serat Lontar di Kabupaten Takalar Siti Arifah Umniah; Nashrah Arsyad; Andi Muhammad Ikhsan
Jurnal Kolaborasi Sains dan Ilmu Terapan Vol. 4 No. 2 (2026): Edisi Januari- Juni
Publisher : Utiliti Project Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sentra kerajinan merupakan wadah terpusat yang mewadahi aktivitas produksi berbasis keterampilan dan kreatifitas masyarakat. Kabupaten Takalar merupakan salah satu kabupaten yang terkenal sebagai wilayah yang mendukung pengembangan sektor industri melalui kerajinan anyaman daun dan serat lontar yang memiliki potensi lokal sebagai nilai ekonomi dan budaya yang tinggi. Namun, pengembangan kerajinan tersebut masih menghadapi keterbatasan sarana produksi. Aktivitas produksi kerajinan anyaman daun dan serat lontar masih tersebar di titik-titik permukiman pengrajin tanpa dukungan ruang produksi yang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan sarana produksi pada sentra kerajinan anyaman lontar di Kabupaten Takalar berdasarkan alur produksi kerajinan daun lontar dan serat lontar. Metode yang digunakan ialah metode deskriptif kualitatif melalui observasi lapangan, wawancara, studi literatur, serta analisis aktivitas produksi dan kebutuhan ruang. Hasil analisis menunjukkan bahwa kebutuhan sarana produksi meliputi berbagai ruang yang direncanakan berdasarkan alur aktivitas produksi dan kebutuhan pengguna sehingga mampu mendukung proses produksi secara lebih efektif dan terintegrasi.
Studi Kebutuhan Ruang pada Pengembangan Sentra Kerajinan Tenun Puta Dino Kayangan di Kota Tidore Kepulauan Provinsi Maluku Utara Suci Fitriana Sampara; Nashrah Arsyad; Pratiwi Juniar A. Gani
JAUR (JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM RESEARCH) Vol. 9 No. 2 (2026): April
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jaur.v9i2.15930

Abstract

The Puta Dino Kayangan Weaving Craft Center is a cultural heritage of the Tidore people that has high historical, economic, and social value. However, the facilities and infrastructure in the Center are still minimal to meet and accommodate the activities within it. This study aims to design the development of a weaving craft center that is able to accommodate the needs of managers, craftsmen, mass pattern arrangement, strengthen local cultural identity through the concept of building form taken from one of the tools in the weaving process, namely the yarn spinning tool, the concept of the building roof whose shape not only creates a unique and iconic visual impression, but also represents the philosophy while strengthening the visual identity of the building as a center for weaving crafts and the use of woven motifs on the secondary skin of the building facade, as well as encouraging the growth of the creative economy with supporting activities. The types and sources of data used in this study are primary data and secondary data. The results of the study indicate the need for space for manager activities, functional production spaces and supporting spaces as a strategy to attract visitors.
Optimalisasi Kenyamanan Termal dan Efisiensi Energi melalui Prinsip Arsitektur Hijau pada Pasar Toddopuli M Riza Avry Iskandar Raya Iskandar; Nashrah Arsyad; Usman Faharuddin
Jurnal Media Informatika Vol. 7 No. 3 (2026): Edisi Mei - Juni
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pasar tradisional berperan penting dalam mendukung aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat perkotaan, namun umumnya masih menghadapi permasalahan rendahnya kenyamanan ruang dan tingginya konsumsi energi akibat perancangan bangunan yang belum berorientasi pada keberlanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan prinsip arsitektur hijau dalam mengoptimalkan kenyamanan pengguna dan meningkatkan efisiensi energi pada Pasar Toddopuli di Kota Makassar. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan studi kasus melalui observasi kondisi eksisting bangunan, analisis tata ruang, sistem pencahayaan dan penghawaan, serta studi preseden pasar berkonsep berkelanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan strategi desain pasif, meliputi optimalisasi orientasi bangunan, ventilasi silang, pemanfaatan pencahayaan alami, serta pengendalian radiasi matahari, berpotensi meningkatkan kenyamanan termal dan visual pengguna pasar serta menurunkan kebutuhan energi listrik, khususnya untuk pencahayaan dan penghawaan buatan. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa arsitektur hijau dapat menjadi pendekatan efektif dalam meningkatkan kualitas ruang, efisiensi energi, dan keberlanjutan pasar tradisional.