Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) merupakan program pemerintah yang bertujuan memberikan perlindungan kesehatan bagi seluruh masyarakat Indonesia, termasuk peserta mandiri yang bukan penerima upah. Namun, tidak seluruh peserta mandiri secara konsisten membayar iuran setiap bulan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan dan kemauan membayar iuran JKN pada peserta mandiri di Kecamatan Tanjung Morawa. Desain penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara stratified random sampling dengan jumlah responden sebanyak 104 orang. Data diperoleh melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil analisis menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pendapatan dengan kemampuan membayar iuran (p = 0,386), tetapi terdapat hubungan yang signifikan antara pengeluaran rumah tangga dengan kemampuan membayar (p = 0,034). Sementara itu, kemauan membayar iuran JKN memiliki hubungan yang signifikan dengan normatif tarif (p = 0,001), persepsi terhadap mutu pelayanan kesehatan (p = 0,003), dan riwayat penyakit katastropik (p = 0,022). Oleh karena itu, dibutuhkan pendekatan kebijakan yang menyeluruh, mencakup penyesuaian tarif yang proporsional, peningkatan kualitas pelayanan, dan edukasi berkelanjutan untuk memperkuat partisipasi peserta mandiri serta keberlangsungan program JKN
Copyrights © 2026