Seringkali pekerja di gudang mengalami keluhan tubuh saat bekerja setelah 3 tahun. Pekerja gudang memiliki kombinasi sikap kerja: jongkok, membungkuk, dan bungkuk. Postur tubuh yang tidak ergonomis akan mengganggu pekerjaan, sesuai dengan jenis pekerjaan dan alat atau fasilitas yang digunakan untuk mendukung pelaksanaan operasi kerja. Salah satu upaya yang dilakukan untuk menghasilkan produk yang berkualitas antara lain dengan memperhatikan bahaya dan risiko, meliputi lingkungan, kesehatan, dan keselamatan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil analisis yang dilakukan terhadap operator gudang dan kondisi kerja operator, sehingga dapat dihasilkan postur kerja yang nyaman bagi operator gudang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Nordic Body Map (NBM) dan Rapid Entire Body Assessment (REBA) yaitu untuk mengkaji nyeri. Saran untuk perbaikan posisi kerja saat mengangkat barang yaitu pada posisi jongkok dengan badan/punggung tegak, dan dengan anjuran penggunaan peralatan tenaga mekanik agar posisi badan operator menjadi tegak dan meminimalisir terjadinya cedera pada pinggang yaitu nyeri punggung merupakan keluhan tertinggi berdasarkan presentase NBM. Penelitian ini menghasilkan nilai REBA setelah dilakukan perbaikan dengan nilai risiko sebesar 4 yang berarti risiko rendah dan memungkinkan untuk dilakukan pemantauan guna menjaga konsistensi kerja di gudang.
Copyrights © 2026