Indigofera zollingeriana berpotensi sebagai sumber protein pengganti konsentrat, namun kualitas nutrisinya sangat dipengaruhi oleh interval defoliasi. Semakin tua umur tanaman, kandungan serat meningkat sementara protein dan kecernaan menurun, sehingga perlu ditentukan waktu defoliasi yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh interval defoliasi terhadap kualitas nutrisi Indigofera zollingeriana. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah eksperimen dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) tiga perlakuan interval defoliasi yaitu T1 = interval defoliasi 50 hari, T2 = interval 65 hari, dan T3 = interval 80 hari, masing-masing dengan lima ulangan. Parameter yang diamati kandungan bahan kering, bahan organik, protein kasar, lemak kasar, serat kasar, evaluasi kecernaan secara in-vitro meliputi kecernaan bahan kering dan kecernaan bahan organik. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Analisis of Varience (ANOVA) dan perbedaan antar perlakuan menggunakan uji lanjut Duncan Multiple Test (DMRT). Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa perlakuan memberikan pengaruh yang signifikan (P<0,05) terhadap kandungan bahan kering, bahan organik, protein kasar, lemak kasar, serat kasar, kecernaan bahan kering dan bahan organik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interval defoliasi 50 hari memberikan kandungan protein kasar tertinggi (27,17%) dan nilai kecernaan bahan kering (64,79%). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa interval defoliasi 50 hari memberikan hasil kualitas I. zollingeriana terbaik sebagai sumber protein yang berasal dari hijauan di BPTU HPT Padang Mengatas.
Copyrights © 2026