Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana latar belakang linguistik guru memengaruhi penerapan asesmen autentik di kelas pendidikan anak usia dini (PAUD) multibahasa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Informan penelitian terdiri atas 20 guru PAUD yang mengajar di sepuluh satuan PAUD multibahasa. Data dikumpulkan melalui analisis dokumen asesmen dan catatan observasi kelas yang telah ada, serta wawancara semi-terstruktur dengan guru. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni-Agustus tahun 2025. Data dianalisis menggunakan teknik pengodean tematik lintas-kasus untuk mengidentifikasi pola hubungan antara latar belakang linguistik guru dan praktik asesmen yang digunakan. Hasil penelitian menunjukkan adanya ketidaksesuaian yang konsisten antara dominasi penggunaan bahasa lokal anak dalam interaksi sehari-hari dan penggunaan eksklusif Bahasa Indonesia dalam dokumentasi asesmen formal. Guru yang memiliki kompetensi tinggi dalam bahasa lokal cenderung menggunakan teknik asesmen yang bersifat naratif dan peka konteks, seperti catatan anekdot dan observasi terbuka, sedangkan guru yang praktiknya didominasi Bahasa Indonesia lebih sering menggunakan daftar periksa terstruktur dan formulir standar. Temuan ini menegaskan bahwa keselarasan linguistik antara guru dan anak memengaruhi jenis bukti perkembangan yang dapat dimunculkan, ditafsirkan, dan dicatat. Oleh karena itu, penelitian ini menekankan pentingnya penguatan literasi asesmen yang peka bahasa serta pengembangan format dokumentasi asesmen yang mampu mengakomodasi bukti pembelajaran multibahasa.
Copyrights © 2026