Pendidikan seksual pada anak usia dini berperan penting dalam membantu anak mengenali tubuh, memahami privasi, serta melindungi diri dari risiko perilaku tidak pantas, namun pemahaman yang dimiliki anak sering kali belum tercermin dalam perilaku nyata. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam pemahaman dan proses internalisasi pendidikan seksual pada anak usia 5–6 tahun, khususnya terkait batasan tubuh dan konsep privasi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus tunggal, melibatkan satu anak usia 5–6 tahun sebagai partisipan utama, dengan guru dan lingkungan keluarga sebagai konteks pendukung. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung, wawancara semi-terstruktur dengan guru, serta dokumentasi pembelajaran, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak telah memiliki pengetahuan verbal awal mengenai batasan tubuh, namun pemahaman tersebut belum sepenuhnya terinternalisasi dalam perilaku sehari-hari. Faktor emosional seperti rasa malu, keterbatasan pendampingan reflektif, serta pendekatan pembelajaran yang belum konsisten menjadi hambatan utama dalam penerapan konsep batasan tubuh. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendidikan seksual pada anak usia dini perlu diarahkan tidak hanya pada penguasaan pengetahuan verbal, tetapi juga pada penguatan internalisasi melalui strategi pembelajaran yang berkelanjutan, penggunaan media visual yang reflektif, serta kolaborasi aktif antara guru dan orang tua.
Copyrights © 2026