Penelitian ini bertujuan mengembangkan media video animasi interaktif berbasis budaya Pandalungan untuk menstimulasi kemampuan linguistik anak usia 4–5 tahun. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian terdiri atas 25 anak usia 4–5 tahun, 2 ahli media, dan 2 guru PAUD. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, angket, dan tes kemampuan linguistik. Validasi media dilakukan menggunakan analisis Aiken’s V. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media video animasi interaktif berbasis budaya Pandalungan memiliki tingkat validitas sangat tinggi dengan nilai rata-rata Aiken’s V sebesar 0,93. Kepraktisan media berdasarkan angket guru mencapai persentase 93,75% dengan kategori sangat praktis. Hasil uji efektivitas menunjukkan adanya peningkatan kemampuan linguistik anak yang signifikan berdasarkan uji paired sample t-test (t(24) = 8,42; p < 0,001) dengan nilai N-Gain sebesar 0,32 (kategori sedang). Peningkatan kemampuan linguistik terjadi pada aspek penguasaan kosakata, pemahaman bahasa, serta kemampuan anak dalam mengungkapkan bahasa secara lisan. Dengan demikian, media video animasi interaktif berbasis budaya Pandalungan dinyatakan layak, praktis, dan efektif digunakan dalam pembelajaran anak usia dini.
Copyrights © 2026