Urgensi penelitian ini didasarkan pada rendahnya keterampilan berpikir tingkat tinggi siswa sekolah dasar dalam memahami informasi kompleks, menghubungkan fakta dan konsep lain,menganalisis, memecahkan masalah dan melakukan investigasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pembelajaran berbasis proyek dan pembelajaran berbasis masalah terhadap keterampilan berpikir tingkat tinggi ditinjau dari ekoliterasi pada siswa sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis kuasi eksperimen terhadap 40 orang siswa kelas V yang dipilih menggunakan teknik cluster random sampling, instrumen penelitian yaitu angket ekoliterasi dan tes keterampilan berpikir tingkat tinggi yang telah melalui uji validitas, pengukuran reliabilitas, tingkat kesukaran dan daya pembeda. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Teknik Anava dua jalur (treatment by level 2x2). Hasil penelitian menunjukan: 1) Terdapat perbedaan keterampilan berpikir tingkat tinggi antara siswa yang belajar menggunakan pembelajaran berbasis proyek dengan siswa yang belajar dengan pembelajaran berbasis masalah; 2) Terdapat perbedaan keterampilan berpikir tingkat tinggi antara siswa yang belajar menggunakan pembelajaran berbasis proyek dengan siswa yang belajar dengan pembelajaran berbasis masalah pada kelompok siswa dengan ekoliterasi tinggi; 3) Terdapat perbedaan keterampilan berpikir tingkat tinggi antara siswa yang belajar menggunakan pembelajaran berbasis proyek dengan siswa yang belajar dengan pembelajaran berbasis masalah pada kelompok siswa dengan ekoliterasi rendah. Berdasarkan hasil temuan penelitian model pembelajaran berbasis proyek lebih baik diterapkan pada siswa yang memiliki ekoliterasi tinggi, dan pembelajaran berbasis masalah lebih baik pada siswa yang memiliki ekoliterasi rendah
Copyrights © 2026